October 29, 2020

159 Pegawai Depok Kena PHK Ramayana Kesulitan Bayar Operasional

Kepala Disnaker Kota Depok, Manto Djorghi. (Foto : Instagram @depok24jam)


Businesstoday.id, Jakarta – Ratusan pekerja Ramayana Depok kena imbas Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Depok pun buka suara. Lembaga itu mengklaim akan memperhatikan nasib para korban PHK itu, salah satunya lewat Program Kartu Prakerja (PKP).

Kepala Disnaker Kota Depok, Manto Djorghi menyampaikan, pendaftaran PKP bagi pekerja Ramayana yang terkena PHK akan dijelaskan pada Rabu (8/4/2020).

“Seluruh karyawan PT Ramayana Depok yang di-PHK didaftarkan. Kami tak melihat warga Depok saja, tetapi seluruh karyawan yang terdaftar sebagai tenaga kerja Ramayana Depok,” jelasnya, Selasa (7/4/2020).

Lebih lanjut, menurut Manto, hal itu juga sudah dikoordinasikan kepada Kadisnakertrans Provinsi Jawa Barat di Bandung melalui pesan singkat. Dari laporan yang diterimanya, ada 159 pekerja yang terimbas PHK.

Jika memenuhi kriteria pendaftaran, mantan karyawan Ramayana yang mengikuti PKP berhak menerima bantuan Rp1 juta untuk sebulan. “Bila lulus (mengikuti PKP) dan mendapat sertifikasi oleh tim pelaksana pusat, mereka akan mendapat uang tunggu selama 4 bulan dan biaya pelatihan (Rp1 juta),” jelas Manto.

Lebih lanjut, Manto juga telah menemui pihak manajemen Ramayana, Jumat (3/4/2020). Saat itu, topik untuk merumahkan 159 karyawan sempat dibahas.

Pengurangan pegawai itu telah dibicarakan dengan manajemen pusat. PHK dilakukan karena manajemen mengalami kesulitan membayar uang operasional toko.

Manto menambahkan, Ramayana hanya memiliki sekitar 24 cabang di Jabodetabek. Akibat COVID–19, hanya bagian yang menjual barang pokok yang dibuka. Namun, operasional yang tak penuh itu tak bisa menjamin proses penggajian bagi seluruh karyawan, menurut Manto. (war) #mediamelawancovid19


Leave a Reply

Your email address will not be published.