December 6, 2020

89 Proyek Strategis Nasional Baru akan Serap 19 Juta Pekerja

Presiden RI, Joko Widodo. (Foto : Instagram @jokowi_2019)


BIsnispost.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin Rapat Terbatas (Ratas) mengenai Evaluasi Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk pemulihan ekonomi karena dampak Covid-19, Jumat (29/5/2020). Pemerintah memasukkan 89 proyek baru ke dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) 2020-2024. Proyek-proyek baru itu hasil penyaringan dari 245 proyek usulan untuk masuk ke dalam PSN.

PSN itu nilainya mencapai Rp 1.422 triliun. Menurut hitungan pemerintah dari nilai investasi itu bisa menyerap hingga 19 juta pekerja selama 5 tahun ke depan.

Saat menyampaikan pengantar, Presiden Jokowi memberikan arahan sebagai berikut:

Pertama, walaupun saat ini tengah menghadapi pandemi, tapi agenda-agenda strategis yang sangat penting bagi bangsa dan negara serta menjadi prioritas untuk kepentingan nasional tidak boleh berhenti dan tetap harus dilanjutkan.

“Agenda-agenda strategis tidak hanya di bidang ekonomi tetapi juga di bidang yang mendasar lainnya bagi yang penting bagi kehidupan rakyat kita, yaitu yang berkaitan dengan pendidikan, yang berkaitan dengan peningkatan kualitas SDM, dan juga bidang kesehatan,” tutur.

Kepala Negara memberikan contoh misalnya di bidang kesehatan, memiliki agenda besar yaitu menurunkan stunting, pemberantasan TBC, malaria, demam berdarah, HIV-AIDS, dan juga berkaitan dengan gerakan hidup sehat yang harus terus dikerjakan.

“Ini artinya kita harus fokus menangani dan mengendalikan Covid, tapi agenda-agenda strategis yang berdampak besar bagi kehidupan rakyat juga tidak boleh dilupakan,” imbuh Presiden.

Kedua, terkait dengan Proyek Strategis Nasional yang sedang berjalan, Presiden minta diprioritaskan percepatan pelaksanaan PSN yang berdampak langsung bagi penguatan ekonomi rakyat, yang berdampak langsung pada pemulihan ekonomi nasional.

“Saya mencatat beberapa PSN yang sangat penting bagi pemerataan dan penguatan ekonomi rakyat,” ungkap Presiden. Misalnya, lanjut Presiden, seperti program sertifikasi tanah untuk rakyat, legalisasi lahan transmigrasi, reforma agraria, perhutanan sosial, serta peremajaan perkebunan rakyat.

“Saya ingin pastikan bahwa program-program prioritas ini tetap berjalan, tetapi tetap mengikuti protokol kesehatan secara ketat,” jelas Presiden.

Ketiga, selesaikan secepat-cepatnya berbagai hambatan, berbagai sumbatan bagi pelaksanaan PSN di lapangan.

“Saya menerima laporan bahwa hambatan yang paling besar masih pada urusan pembebasan lahan,” ujarnya.

Keempat, terkait dengan usulan 245 PSN baru, Presiden minta untuk betul-betul dilihat di lapangan, dihitung, dikalkulasi secara rinci mana yang direkomendasi dan mana yang tidak direkomendasi.

“Prioritas penambahan proyek yang memiliki daya ungkit besar terhadap pemulihan ekonomi pasca pandemik, saya kira sangat penting untuk kita dahulukan,” pungkas Presiden.

Sedangkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa dari data yang didapatkan oleh Kementerian PUPR, rule of thumb atau multiplier effect dari setiap Rp 1 triliun proyek itu bisa mempekerjakan 14.000 tenaga kerja baik langsung atau tak langsung.

“Jadi ini adalah proyek yang sifatnya adalah pembangunan, kita lihat bahwa proyek ini dalam periode 2020-2024. Ini ditargetkan bisa menyerap tenaga kerja setiap tahunnya sebanyak 4 juta. Atau selama proyek itu berjalan, agregatnya bisa mencapai 19 juta orang yang bekerja dalam project selama 5 tahun ini,” terangnya dalam konferensi pers virtual, Jumat (29/5/2020).

Airlangga menerangkan, pemerintah memilih 89 proyek baru tersebut lantaran dianggap memiliki dampak langsung terhadap perekonomian dan masyarakat luas, termasuk menyerap tenaga kerja.

“Dari 245 proyek baru yang memenuhi kriteria sebanyak 89 proyek. Dengan demikian, 156 proyek belum direkomendasikan karena itu masih membutuhkan dukungan kementerian teknis dan perlu kelengkapan dan perlu memenuhi kriteria yang ditetapkan sebagai PSN di mana Presiden harapkan ada dampak kepada masyarakat, terhadap pertumbuhan ekonomi, dan terkait dengan pengembangan sosial ekonomi,” terangnya.

Airlangga menerangkan, dari 89 proyek yang lolos masuk ke dalam PSN, 56 proyek diantaranya merupakan proyek usulan baru. Kemudian 10 proyek merupakan proyek perluasan dari sebelumnya, 15 proyek dikelompokan dari program baru dan 8 proyek ketenagalistrikan.

“Di dalam perinciannya ada 15 proyek terkait jalan dan jembatan, ada 5 proyek bandara Rp 5,66 triliun, 5 proyek kawasan industri Rp 327,2 triliun. 13 proyek bendungan dan irigasi senilai Rp 21,8 triliun dan 1 proyek tanggul laut Rp 5,68 triliun, 1 program dan 2 proyek smelter, kemudian 1 proyek penyediaan lahan pangan di Kalteng sedang dipersiapkan juga,” terangnya.

“Kemudian 5 proyek pelabuhan, 6 proyek kereta api, 13 proyek kawasan perbatasan, 13 proyek energi, 6 proyek air bersih, 1 proyek pengelolaan sampah dan 3 proyek pengembangan teknologi termasuk drone Rp 7,17 triliun,” tambahnya.

Selain itu, Presiden Jokowi, kata Airlangga memberikan arahan agar proyek-proyek tersebut menyebar di beberapa provinsi. Dia menjelaskan di Sumatera ada 7 proyek senilai Rp 117 triliun, Jawa 25 proyek senilai Rp 462 triliun, Kalimantan 17 proyek Rp 144 triliun, Sulawesi 8 proyek Rp 208 triliun, Bali dan Nusa Tenggara 12 proyek Rp 28 triliun, proyek skala nasional ada 11 proyek Rp 351 triliun, dan Maluku-Papua Rp 11 triliun.

Airlangga mengatakan, setiap proyek yang akan dikerjakan tentu memiliki kapasitas penyerapan tenaga kerja yang berbeda-beda. Namun, dia menyebut beberapa proyek yang sudah ada berhasil menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang besar. Misalnya, seperti proyek pembangunan smelter di Morowali yang bisa menyerap 40.000 tenaga kerja, di Konawe 11.000 tenaga kerja, dan di Weda Bay sebanyak 30.000 tenaga kerja.

Tak hanya menciptakan lapangan kerja baru, proyek-proyek yang direkomendasikan menjadi PSN tersebut pun akan memberikan beberapa nilai tambah mulai dari penghematan devisa hingga menghasilkan ekspor. (inf)