November 27, 2020

Adian Napitupulu Ditantang Relawan Jokowi Buka Data soal BUMN

Anggota DPR RI Komisi I, Adian Napitupulu. (Foto : Merdeka.com)


Bisnispost.com, Jakarta – Tulisan Anggota DPR RI Komisi I, Adian Napitupulu terkait utang luar negeri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di akun media sosialnya menuai sorotan berbagai pihak. Politisi PDI Perjuangan inipun ditantang untuk adu data tentang kinerja BUMN.

Sekretaris Jenderal Komite Rakyat Nasional-Jokowi (Kornas-Jokowi) Akhrom menegaskan, tulisan Adian yang menyebutkan utang luar negeri BUMN mencapai Rp 5.600 triliun menyesatkan logika berpikir masyarakat.

“Sebagai anggota DPR RI, kita bisa meyakini Adian bisa mengakses data yang valid, tapi sebagai sebuah tulisan harusnya beliau mencantumkan sumber datanya dari mana?” ujar Akhrom kepada wartawan, Senin (15/6/2020).

Akhrom mengaku telah melakukan penelusuran secara daring, namun tak menemukan satupun data yang mendukung kritik Adian itu.

“Misalnya kami temukan di media maenstream cnbc indonesia dengan judul, ‘Duh Utang Luar Negeri BUMN Bengkak Akibat Infeksi Corona’ (15 Mei 2020). Demikian juga di media online bisnis.com. Di kedua link berita itu, nggak ada tuh menyebutkan apa yang disampaikan Adian,” jelas Akhrom.

Belum lagi dari data BUMN sendiri kata dia total utang seluruh perusahaan plat merah sekarang ada di angka Rp 1.600 triliun atau setara dengan 98 miliar US Dollar, pada kuartal ke III/2020.

Jumlah ini mengalami kenaikan 15 persen jika dibanding angka di tahun sebelumnya.

“Tapi utang itu bukan tanggungjawab Menteri yang sekarang, lha wong Erick Thohir aja belum genap satu tahun menjabat,” ungkapnya.

Meski begitu, dia meyakini Erick Thohir selaku Menteri BUMN telah berbuat banyak, menentukan sejumlah langkah strategis guna memaksimalkan kinerja BUMN. Salah satunya pada PT Krakatau Steel yang kini dinilai mulai membaik kinerjanya.

Akhrom pun mengaku berharap agar Adian sebagai anggota DPR RI mengkaji aturan yang berlaku, utamanya yang berkaitan dengan tulisannya tersebut. Agar nantinya jika Adian menemukan ada hal yang tidak sesuai, maka dia harus melakukan revisi pada aturan itu. (rad)