December 3, 2020

Akhir Mei 2020, Cadangan Devisa Indonesia Mencapai USD 130,5 Miliar

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Onny Widjanarko. (Foto: Instagram @bank_indonesia)


BIsnispost.com, Jakarta – Cadangan devisa Indonesia pada akhir Mei 2020 sebesar USD130,5 miliar. Terjadi peningkatan USD2,6 miliar dibandingkan posisi akhir April 2020 sebesar USD127,9 miliar. Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 8,3 bulan impor atau 8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Peningkatan ini terutama dipengaruhi penarikan utang luar negeri Pemerintah dan penempatan valas perbankan di BI.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Onny Widjanarko mengemukakan hal tersebut, dalam siaran pers, Senin (8/6/2020).

Onny mengatakan, angka cadangan devisa ini juga berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

“Peningkatan cadangan devisa pada Mei 2020 ini terutama dipengaruhi oleh penarikan utang luar negeri Pemerintah dan penempatan valas perbankan di Bank Indonesia,” ujarnya.

Ke depan, BI memandang cadangan devisa tetap memadai, didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang tetap baik. (ten)