October 22, 2020

APD Sangat Terbatas, Keputusan Pemerintah Larang Mudik Sudah Tepat

Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syarif Abdullah Alkadrie. (Foto: Instagram @syarief_abdullah_alkadrie)


Businesstoday.id, Jakarta – Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syarif Abdullah Alkadrie menilai kebijakan pemerintah dengan melarang seluruh aktivitas mudik lebaran pada tahun ini sudah sangat tepat, sehingga laju penyebaran virus Corona (Covid-19) dapat terpantau dan bisa diminimalkan.

“Keputusan Presiden dengan melarang aktifitas mudik tahun ini sudah tepat, karena seperti yang kita ketahui ini semua untuk meminimalkan penularan virus Covid-19, dan jangan sampai daerah yang belum terlalu rawan menjadi kena (virus Corona),” kata Syarif saat rapat kerja Komisi V DPR RI dengan Menteri PUPR, Menteri Perhubungan dan Menteri Desa PDTT yang dilaksanakan secara virtual , Selasa (21/4/2020).

Syarif mengatakan saat ini ketersediaan alat pelindung diri (APD) pada daerah-daerah tertentu jumlahnya masih sangat terbatas, berbeda dengan yang ada di kota-kota besar. Sehingga jika masih banyak masyarakat yang melakukan kegiatan mudik, diyakini hanya akan memperparah penularan virus Corona .

“APD di daerah-daerah tertentu itu kan tidak sebanyak di kota-kota besar, apalagi di pedalaman sana. Apabila masih ada warga yang nekat mudik keluar dari zona merah, ini akan sangat membahayakan nantinya. Keluarga dan masyarakat yang ada di kampung bisa tertular virus tersebut,” imbuh politisi NasDem ini.

Lebih lanjut, Syarif menyampaikan pihak Kepolisian dan Kementerian Perhubungan untuk meningkatkan koordinasi, bisa dengan dengan membuat aturan-aturan pembatasan kendaraan pribadi maupun angkutan umum yang akan meninggalkan daerah zona merah Covid-19.

“Pihak Kepolisian dan Perhubungan harus bekerja secara kompak agar tidak ada warga yang meninggalkan zona merah tentunya dengan membatasi jumlah kendaraan pribadi dan angkutan umum dengan begitu virus tersebut dapat dengan cepat terselesaikan,” pungkas Syarif. (dpr)


Leave a Reply

Your email address will not be published.