December 5, 2020

Bank Ina Perdana (BINA) Bakal Dapat Suntikan dari Grup Salim Rp 900 Miliar

Bank Ina Perdana akan kembali meningkatkan modal inti hingga mencapai Rp3 Triliun. (Foto: Instagram @bankinaperdana)


Bisnispost.com, Jakarta – PT Bank Ina Perdana Tbk ( BINA) akan kembali meningkatkan modal inti hingga mencapai Rp3 Triliun. Hal itu untuk memenuhi ketentuan Otoritas Jasa Keuangan tentang konsolidasi Bank Umum, yang mewajibkan Bank Umum pada tahun 2022 memiliki modal inti lebih dari Rp3 triliun.

Direktur Utama BINA, Daniel Budirahayu menyatakan, perseroan akan memenuhi ketentuan tersebut secara bertahap, dimulai tahun 2021 akan meningkatkan modal inti menjadi Rp2 Triliun.

“Saat ini Modal ini kami Rp1,1 triliun, nah tahun 2021 diharapkan menjadi Rp2 triliun atau kurang Rp900 miliar lagi,”kata dia dalam paparan publik di Jakarta, Jumat (5/6/2020).

Ia menambahkan, untuk meningkatkan modal inti tersebut pihaknya tengah melakukan pematangan rencana dengan Pemegang Saham Pengendali (PSP) terkait dengan mekanismenya.

“Terutama dengan PSP yakni grup Salim, Jika rencananya sudah mateng akan kami umumkan,”kata dia.

Dia menjelaskan, akan meningkatkan sinergi dengan Grup Salim dengan menggunakan jaringan toko serba dibawah naungan PT Indomarco Prismatama (Indomaret Gruo).

“Misalnya, jaringan Indomaret dapat dimanfaatkan nasabah Ban Ina untuk tarik tunai,” kata dia.

Selain itu, kata dia, jaringan pemasok yang bernaung dalam grup toko serba milik Grup Salim itu juga disasar untuk menjadi nasabah kredit. (ten)