October 25, 2020

Bi Beri Insentif bagi Bank Penyalur Dana Kegiatan Ekonomi Tertentu

Pemberian insentif ini pertama kali akan dilakukan pada 16 April 2020. (Foto : Instagram @bank_indonesia)


Businesstoday.id, Jakarta – Bank Indonesia (BI) akan memberikan insentif kepada bank yang memberikan penyediaan pendanaan bagi kegiatan ekonomi tertentu. Hal ini sebagai dukungan bank sentral kepada industri perbankan di tengah merebaknya wabah pandemi virus korona (covid-19).

Ketentuan pemberian insentif ini tertuang dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 22/4/PBI/2020 tentang Insentif bagi Bank yang Memberikan Penyediaan Dana untuk Kegiatan Ekonomi Tertentu guna Mendukung Penanganan Dampak Perekonomian Akibat Wabah Virus corona.

Insentif yang diberikan berupa kelonggaran atas kewajiban pemenuhan Giro Wajib Minimum (GWM) dalam rupiah yang wajib dipenuhi secara harian sebesar 0,5 persen (50 bps). Pemberian insentif ini pertama kali akan dilakukan pada 16 April 2020 dengan menggunakan data Maret 2020 yang akan dilakukan secara bulanan dan diberikan sampai dengan 31 Desember 2020.

“Ini merupakan tindak lanjut keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Maret 2020 yang memutuskan bahwa BI memperluas kebijakan insentif pelonggaran GWM harian dalam rupiah sebesar 50 bps yang semula hanya ditujukan kepada bank-bank yang melakukan pembiayaan ekspor-impor, ditambah dengan yang melakukan pembiayaan kepada UMKM dan sektor-sektor prioritas lain,” jelas keterangan tertulis yang dikutip dari laman resmi Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (1/4/2020).

Disebutkan juga, ketentuan ini menjadi salah satu implementasi kebijakan makroprudensial bank sentral yang akomodatif untuk mendorong intermediasi perbankan. Hal itu sebagai upaya Bank Indonesia dalam memitigasi dampak covid-19 di tengah meningkatnya risiko ketidakpastian global terhadap perekonomian domestik.

Adapun pemberian insentif ini didasarkan pada bank yang melakukan penyediaan dana untuk kegiatan ekonomi tertentu, seperti kredit atau pembiayaan kegiatan ekspor, kegiatan impor yang bersifat produktif, letter of credit, kredit atau pembiayaan untuk kegiatan usaha mikro kecil menengah (UMKM), dan/atau kredit untuk pembiayaan kegiatan ekonomi pada sektor prioritas lainnya yang ditetapkan BI.

“Bank Indonesia akan terus berkoordinasi dengan pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan otoritas terkait untuk senantiasa memantau perkembangan pandemi covid-19 guna menempuh langkah-langkah kebijakan yang diperlukan untuk memitigasi dan mengurangi dampaknya terhadap perekonomian nasional,” tutup rilis BI tersebut. (med) #mediamelawancovid19


Leave a Reply

Your email address will not be published.