November 26, 2020

Bank Indonesia Sebut, Stabilitas Sistem Keuangan Tetap Terjaga

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Onny Widjanarko. (Foto : rri.co.id)


Bisnispost.com, Jakarta – Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Onny Widjanarko, mengatakan meskipun risiko dari dampak meluasnya penyebaran Covid-19 terhadap stabilitas sistem keuangan terus dicermati. Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan Mei 2020 tetap tinggi yakni 22,14 persen, dan rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) tetap rendah yakni 3,00 persen (bruto) dan 1,17 persen (neto).

“Namun demikian, penyaluran kredit/pembiayaan dari sektor keuangan masih terbatas karena masih lemahnya permintaan domestik dan kehati-hatian perbankan akibat masih berlanjutnya pandemi Covid-19,” kata Onny dalam siaran pers yang diterima Rabu (22/7/2020).

Ia menjelaskan, pertumbuhan kredit pada Mei 2020 tercatat 3,09 persen (yoy), melambat dibandingkan dengan pertumbuhan April 2020 sebesar 5,73 persen.

Menurutnya, perkembangan restrukturisasi kredit di masa pandemi Covod-19 yang diprakirakan sudah mencapai puncaknya pada April 2020 dan pelaksanaan pogram penjaminan pemerintah untuk kredit UMKM dalam rangka pemulihan ekonomi nasional diharapkan dapat mendorong pemulihan kinerja intermediasi.

Sementara itu, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit yakni sebesar 8,89 persen (yoy).

“Ke depan, Bank Indonesia tetap menempuh kebijakan makroprudensial yang akomodatif sejalan dengan bauran kebijakan yang telah diambil sebelumnya serta bauran kebijakan nasional, termasuk berbagai upaya untuk memitigasi risiko di sektor keuangan akibat penyebaran Covid-19,” pungkasnya. (inf)