October 26, 2020

Baru Listing, Harga Saham PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Naik 34,3 Persen

SBAT tetap optimistis untuk mengembangkan bisnis dan menjadi perusahaan publik yang terus tumbuh. (Foto : Instagram @idx)


Businesstoday.id, Jakarta – Pembukaan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini ditandai dengan dicatatkannya emiten pendatang baru ke 21 tahun 2020 yaitu PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk (SBAT), namun perdagangan harga saham prusahaan tekstile dan juga property itu langsung menyentuh titik autorejection atas atau mengalami kenaikan sebesar 34,3 persen ke level Rp 141 per saham.

Harga SBAT, ditawarkan senilai Rp105 per saham, dan langsung bergerak naik ditopang oleh volume transaksi sebanyak 30.006 lot. Pada awal perdagangan hari ini, nilai transaksi produsen benang hasil daur ulang bahan tekstil di Bandung, Jawa Barat ini, mencapai Rp423,1 juta.

Menurut Direktur Utama SBAT, Jefri Junaedi di Jakarta, Rabu (8/4/2020), selama penawaran umum perdana (IPO), emiten ke-21 yang tercatat di BEI ini menawarkan saham ke publik sebanyak 425 juta lembar dengan harga penawaran Rp105 per saham. Pada IPO ini perseroan mampu meraup dana masyarakat mencapai Rp44,625 miliar.

Jefri menambahkan,walaupun di tengah kondisi gejolak pasar modal yang sedang terjadi, SBAT tetap optimistis untuk mengembangkan bsnis dan menjadi perusahaan publik yang terus bertumbuh dengan menerapkan prinsip tata kelola yang sehat.

Bersamaan dengan penawaran umum saham perdana ini, kata Jefri, SBAT juga menerbitkan 425 juta lembar Waran Seri I. Setiap pemegang satu saham baru berhak memperoleh satu waran. Harga pelaksanaan Waran Seri I senilai Rp120 per waran.

Lebih lanjut Jefri mengungkapkan, sebesar 78,55 persen dana hasil IPO akan digunakan untuk kebutuhan belanja modal (capex) SBAT, sedangkan sisanya untuk keperluan modal kerja, seperti pembelian bahan baku, biaya pemasaran dan perlengkapan keperluan lain.

Berdasarkan laporan penjatahan yang diterbitkan BAE pada tanggal 6 April 2020, diketahui adanya oversubscribed pesanan saham sebanyak 1,42 kali dari total penawaran atau 43,13 kali dari porsi pooling.

Wisnu Widodo dan Steffen Fang, masing-masing mewakili Penjamin Pelaksana Emisi Efek, PT Victoria Sekuritas Indonesia & PT Surya Fajar Sekuritas, menyatakan keyakinannya terhadap prospek usaha Perseroan ke depan, mengingat bisnis Perseroan saat ini yang mengedepankan teknologi ramah lingkungan yang memiliki daya saing dan penerimaan yang kuat dimata para stakeholders-nya, khususnya pelanggan-pelanggan Perseroan dari luar negeri. (emi)


Leave a Reply

Your email address will not be published.