October 28, 2020

Bawang Putih dan Gula Pasir Menjadi Titik Berat Ketersediaan di Musim Corona

Indonesia sampai saat ini masih bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan. (Foto : Instagram @andreachristieceramics)


Businesstoday.id, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) menyebutkan bahwa bawang putih dan gula pasir menjadi titik berat komoditas pangan untuk dijaga ketersediaan dan kestabilan harganya, terutama selama masa tanggap darurat COVID-19.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan Agung Hendriadi di Jakarta, Rabu (1/4/2020), menjelaskan bahwa Indonesia sampai saat ini masih bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan dua komoditas tersebut di dalam negeri.

“Saat ini titik berat kita adalah pada bawang putih dan gula pasir karena dua komoditas ini kita bergantung pada impor. Untuk bawang putih, Indonesia memang wilayah tropis, sedangkan bawang putih tumbuh di wilayah subtropis,” kata Agung dalam wawancara yang disiarkan di salah satu TV nasional.

Agung menjelaskan bahwa untuk komoditas gula, saat ini memang harganya masih bergejolak karena ada keterlambatan proses giling tebu akibat mundurnya musim kemarau tahun lalu. Proses penggilingan tebu oleh petani lokal baru akan dilakukan pada Juni-Juli mendatang.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), harga rata-rata gula pasir hingga Rabu (1/4/2020) ini sudah mencapai Rp18.400 per kilogram. Harga tersebut lebih tinggi dibandingkan harga acuan tingkat konsumen sebesar Rp12.500 per kg.

Agung menjelaskan bahwa pemerintah melalui Kemenko Perekonomian dan Kementerian Perdagangan telah memutuskan penambahan kuota impor gula konsumsi sebanyak 550.000 ton.

Sebelumnya pada awal tahun ini, Kemendag telah menerbitkan izin impor gula mentah (raw sugar) untuk diolah menjadi gula kristal putih (GKP) sebanyak 438.802 ton. Dengan kata lain, total impor gula yang dibuka pemerintah mencapai 988.802 ton.

Pada akhir Maret 2020, dipastikan gula impor akan masuk sebanyak 216 ribu ton dan masuk kembali pada bulan April sebesar 252 ribu ton.

“Pemerintah telah Kementerian Perdagangan dan Kemenko Perekonomian telah membuat stimulus untuk pemasukan gula pasir dan bawang putih. Mudah-mudahan akhir minggu ini sudah mulai masuk. Komoditas yang lain aman karena kita masih produksi,” kata Agung. (ant) #mediamelawancovid19


Leave a Reply

Your email address will not be published.