October 24, 2020

Beban Bunga Meningkat, Laba Adi Sarana (ASSA) Terkoreksi 23 Persen

residen Direktur Adi Sarana Armada, Prodjo Sunarjanto. (Foto : Instagram @jbabidwinauction01)


Businesstoday.id, Jakarta – PT Adi Sarana Armada Tbk. mengalami penyusutan laba bersih sebesar 23 persen menjadi Rp110,4 miliar pada 2019 karena kenaikan beban bunga untuk pembiayaan investasi.

Emiten berkode saham ASSA itu sejatinya mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 25 persen secara tahunan menjadi Rp2,33 triliun. Namun, perolehan laba harus tergerus karena peningkatan sejumlah beban, terutama beban keuangan.

Presiden Direktur Adi Sarana Armada Prodjo Sunarjanto mengatakan bahwa hal itu terjadi lantaran perseroan berinvestasi cukup besar pada tahun lalu untuk lini bisnis pengiriman kilat, Anteraja.

Selain itu, perseroan mengakuisisi balai lelang jepang atau JBA yang kemudian dimerger dengan balai lelang milik perseroan, yakni BidWin. Hasil penggabungan usaha kedua entitas tersebut adalah PT JBA Indonesia.

Penggabungan usaha ini berkontribusi cukup besar dalam pertumbuhan pendapatan lini bisnis lelang. Lini bisnis ini menyumbang pendapatan sebesar Rp142 miliar, tumbuh 193 persen secara tahunan.

Dengan demikian, beban keuangan perseroan meningkat pada 2019 dan turut memengaruhi perolehan laba. Alhasil, laba bersih yang didapatkan perseroan sepanjang 2019 tergerus 23 persen dari Rp143,50 miliar menjadi Rp110,4 miliar.

“Sehingga untuk itu pembiayaan dari bank meningkat, beban bunga dan biaya personalianya. Namun, strategi yang kami terapkan pada akhir 2018 untuk setiap lini usaha mulai memberikan hasil yang positif tahun lalu,” jelasnya melalui siaran pers, Selasa (31/3/2020).

Dia mengatakan bahhwa tantangan pada tahun ini tidak akan lebih mudah karena adanya pandemi COVID-19 atau virus corona. Meski begitu, perseroan tetap optimistis pilar bisnis mobilitas, lelang, dan logistik yang mengarah ke end-to-end akan tetap tumbuh stabil.

Mewabahnya pandemi virus corona pada awal tahun ini rupanya cukup berkontribusi positif terhadap penjualan mobil bekas pada. Dia menuturkan hal ini terjadi seiring meningkatkan permintaan karena masyarakat beralih dari angkutan umum ke kendaraan pribadi.

Prodjo mengatakan bahwa sepanjang tahun lalu kontributor pendapatan terbesar adalah jasa sewa kendaraan mobil penumpang dan autopool sebesar 54 persen. (bis)


Leave a Reply

Your email address will not be published.