November 27, 2020

Beban Usaha Naik, Superkrane Mitra Utama (SKRN) Rugi Rp 33 Miliar

Rugi usaha per 31 Maret 2020 diderita sebesar Rp18,95 miliar. (Foto : Instagram @ghustomo)


Bisnispost.com, Jakarta – Terjadi pembengkakan pada beban membuat PT Superkrane Mitra Utama Tbk (SKRN) pada kuartal I-2020 mecatatkan kerugian Rp33,63 miliar sangat bertolak belakang dengan laba kuartal I tahun 2019 yang sebesar Rp22,36 milar.

Dalam laporan keungan SKRN yang disampaikan ke BEI kamis (11/6/2020) disebutkan, perseroan meraih pendapatan neto Rp135,31 miliar hingga periode 31 Maret 2020 turun 14,83 persen dari pendapatan neto Rp158,88 miliar di periode sama tahun sebelumnya. Diiringi oleh beban pokok pendapatan yang turun 17,77 persen menjadi Rp98,35 miliar dari Rp122,59 miliar.

Membuat laba bruto yang dicatatkan oleh SKRN naik tipis 1,85 persen menjadi Rp36,97 miliar dari laba bruto Rp36,29 miliar.

Rugi usaha per 31 Maret 2020 diderita sebesar Rp18,95 miliar berbalik dari laba usaha yang diraih tahun sebelumnya Rp32,52 miliar, salah satu pos penyumbang kerugian itu karena kenaikan beban lainnya yang membengkak 877,22 persen menjadi Rp57,85 miliar dari beban lainnya tahun sebelumnya yang hanya Rp5,92 miliar.

Ditambah lagi dengan beban keungan yang naik 30,50 persen menjadi Rp13,25 miliar dari Rp10,15 miliar,membuta rugi sebelum pajak yang diderita SKRN Rp32,21 miliar dari laba sebelum pajak Rp22,36 miliar tahun sebelumnya.

Sedangkan total aset perseroan mencapai Rp1,75 triliun hingga periode 31 Maret 2020 naik 4,87 persen dari total aset Rp1,67 triliun hingga periode 31 Desember 2019. dengan komposisi liabilitas yang naik jadi Rp1,05 triliun dari Rp935,06 miliar dan ekuitas turun jadi Rp703,74 miliar dari Rp737,37 miliar.

Kas dan setara kas yang dimiliki oleh Superkrane hingga akhir periode kuartal I-2020 sebesar Rp200,77 miliar tumbuh 77,97 persen dari Rp112,81 miliar pada periode yang sama tahun 2019. (ten)