December 6, 2020

Bebaskan Terdakwa Novel Baswedan, Tangkap Pelakunya, dan Hukum yang Berat

Praktisi Hukum, H. Nazarudin Lubis SH, MH (Foto : Nazarudin Lubis & Partner)


Bisnispost.com, Jakarta – Seorang praktisi hukum mengusulkan agar dua penyerang penyidik Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, dibebaskan.

“Berdasarkan dari fakta-fakta yang terungkap dan persesuaian saksi dalam persidangan, saya berasumsi terdakwa bukan pelakunya,” kata H. Nazarudin Lubis SH, MH kepada Fokushukum.com di Jakarta, Selasa (16/6/2020).

Menurutnya, hal ini terlihat jelas Jaksa Penuntut Umum ragu-ragu dalam menuntut 1 tahun, padahal JPU sebagai wakil dari korban dalam penegakan hukum demi keadilan ini.

“Pada CCTV penyiraman Novel, pelaku kurus kerempeng raut muka agak tonggos, berbeda dengan terdakwa. Bukan terdakwa yang melakukan penyiraman,” katanya.

Karena itu Nazarudin beranggapan sudah sepantasnya terdakwa dibebaskan dari segala tuntutan. Namun tidak berhenti sampai di sini, Polisi harus mencari pelaku yang sesunguhnya dan segera ditangkap.

“Hukuman mati dengan pertimbangan menyerang pejabat negara dalam pemberantasan korupsi, hingga cacat seumur hidup, adalah hukuman yang pantas,” katanya.

Selanjutnya, kembangkan sampai diketahui otak yg menyuruh melakukan kejahatan ini, tentunya para koruptor atau antek-anteknya.

Novel Setuju Terdakwa Dibebaskan

Sementara itu Novel Baswedan sendiri sudah menyatakan persetujuannya agar Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis pelaku penyiraman air keras terhadapnya, dibebaskan.

“Novel setuju terdakwa dibebaskan,” kata pakar hukum Tata Negara, Refly Harun setelah setelah bertemu Novel di rumah penyidik KPK Novel Baswedan di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Menurut Refli, tuntutan jaksa dianggap melecehkan lantaran menganggap kasus tersebut sebagai kasus kejahatan biasa. Padahal, menurutnya kasus Novel Baswedan berkaitan erat dengan statusnya sebagai penyidik KPK yang getol menangkap para koruptor.

Refly juga menyebut, Novel tidak yakin kalau Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis pelaku penyiraman air keras terhadapnya.

“Novel sendiri mengatakan tidak yakin. Nah, kalau menurut saya, kalau memang mereka bukan pelaku yang sesungguhnya ya mestinya mereka dibebaskan dari segala tuntutan,” kata Refly, Senin (15/6/2020). (bud)