November 26, 2020

Begini, Respon Menteri Koperasi Teten Masduki atas Kritik Wartawan Senior

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki. (Foto : Instagram @ditoariotedjo)


Bisnispost.com, Jakarta – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki merespons kritik jurnalis senior Farid Gaban soal keputusan Teten melakukan kerja sama program KUKM Hub dengan situs jual-beli online blibli.com. Teten menyatakan siap menampung masukan dari semua pihak untuk mendukung UKM masuk pasar online.

“Saat ini 87% UMKM kita masih tertinggal dalam digital (online). Kami membuka kolaborasi pemikiran untuk bersama-sama membantu UMKM kita bertahan di tengah Covid-19 dan melaju setelahnya,” pungkas Teten, di Jakarta, Selasa (26/5/2020).

Farid Gaban sebelumnya mengkritik keputusan Teten melakukan kerja sama program KUKM Hub dengan situs jual-beli online blibli.com melalui akun twitternya. Cuitan Farid pada 21 Mei 2020 itu berbunyi; “Rakyat bantu rakyat; penguasa bantu pengusaha. Gimana, nih, kang Teten Masduki? How low can you go?”.

Namun kritikan tersebut berujung somasi yang dilayangkan advokat Muannas Alaidid. Muannas mensomasi Farid untuk mencabut cuitannya. Menurut Muannas, Farid Gaban telah menyebarkan hoaks ketika mengkritik kebijakan Teten.

Dia berencana melaporkan Farid jika tidak mencabut cuitannya, dengan tuduhan melanggar Pasal 14 dan 15 Undang-undang Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

“Saya beserta Kementerian Koperasi dan UKM selalu terbuka dengan kritik, catatan ataupun masukan konstruktif dari siapa pun, termasuk Saudara Farid Gaban,” ungkap Teten menanggapinya.

Teten mengatakan Kemenkop dan UKM sejak awal membuka kerja sama seluas-luasnya dengan berbagai pihak dengan prinsip transparan, akuntabel, dan semata-mata demi memajukan koperasi dan UMKM di Tanah Air. Jumlah populasi UMKM di Indonesia sekitar 64 juta, sehingga pemerintah tidak dapat bekerja sendiri.

“Pihak kami sudah dan akan terus membuka kerja sama dengan platform e-commerce, warung tradisional, koperasi, lembaga pendidikan dan pelatihan, maupun pihak terkait lainnya, baik online maupun offline, untuk memajukan UMKM di Tanah Air. Khusus dalam kolaborasi dengan platform e-commerce, menggunakan skema non-APBN,” terang Teten.

“Saat ini kami tengah berkonsentrasi penuh membantu koperasi dan UMKM untuk melewati masa-masa pandemi Covid-19. Sejumlah laporan menunjukkan bahwa di antara UMKM yang bertahan, bahkan tumbuh di tengah masa pandemi, adalah mereka yang sudah terhubung dengan platform online,” ungkap Teten menambahkan.

“Platform online ini sekaligus membantu masyarakat luas untuk menerapkan physical distancing, sambil tetap memenuhi kebutuhan masing-masing dengan menjaga berlangsungnya aktivitas ekonomi,” lanjut dia.

Hingga saat ini terdapat 5 platform e-commerce yang telah bekerja sama dengan KemenKopUKM dalam mendukung UMKM Indonesia melalui gerakan #BanggaBuatanIndonesia; tidak hanya dengan Blibli, namun juga dengan Tokopedia, Shopee, Lazada, dan Bukalapak, yang ikut membina dan memberdayakan warung dengan sentuhan teknologi digital.

Upaya ini juga sejalan dengan gerakan #BanggaBuatanIndonesia yang diluncurkan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo baru-baru ini. Makin banyaknya produk UMKM yang masuk ke dalam platform e-commerce merupakan bentuk dorongan terhadap masuknya UMKM ke ekonomi digital.

Laporan McKinsey (2018) mencatat sedikitnya 4 keuntungan yang dihasilkan dari ekonomi digital, yaitu: 1) keuntungan finansial melalui peningkatan penjualan; 2) penciptaan lapangan kerja, khususnya bagi UMKM; 3) keuntungan bagi pembeli dengan peluang menghemat 11-25% dari harga ritel; 4) kesetaraan sosial (social equality), yaitu kesempatan perempuan untuk beraktivitas dan memperoleh pendapatan melalui kegiatan di platform e-commerce. (rri)