Buat Apa Berdebat tentang Memajukan BUMN, Sementara Corak Bisnisnya Monopoli

by -374 views
Telkom Landmark Tower, perkantoran modern milikbTelkom Group, penyedia telekomunikasi terkemuka di Indonesia. /Dok. Telkomproperty.co.id

BISNIS POST – Ramai soal pengangkatan pengurus (direksi dan komisaris) BUMN dan banyak yang mengkritik tentang kompetensi dan rekam jejak sejumlah yang diangkat. ‘Gitaris bisa apa?” Begitu contohnya.

Seperti alur sinetron yang mudah diterka, bertebaranlah CV yang merinci jejak karier orang yang dikritik. Lalu debatlah yang terjadi. Sampai sekarang.

Saya tidak ke situ karena saya tahu ‘hukum’ kekuasaan: pemenang ambil semuanya! Mungkin kita yang terlalu polos dan pandir merumuskan pertanyaan.

Buat apa mempertanyakan kompetensi, moral, integritas, dan independensi. Memangnya pemerintah peduli betul dengan Good Governance?

Buat apa berdebat tentang memajukan BUMN sementara corak bisnisnya monopoli. Kalau di kelas hanya ada satu murid, dia pasti peringkat satu!

Buat apa melambungkan BUMN kalau kekuasaan cuma berlangsung sampai 2024.

Buat apa berdebat tentang kapasitas seorang komisaris untuk mengawasi jalannya perusahaan sementara pergantian dilakukan setiap 6 bulan sampai 1 tahun.

No More Posts Available.

No more pages to load.