October 26, 2020

Bukit Asam (PTBA) Catat Kenaikan Pendapatan 2,1 Persen pada Kuartal I 2020

Perseroan mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp5,1 triliun. (Foto : Instagram @bukitasamptba)


Bisnispost.com, Jakarta – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatatkan peningkatan penjualan batu bara di sepanjang triwulan pertama 2020 sebesar 2,1 persen atau naik dari 6,6 juta ton menjadi 6,8 juta ton bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Sedangkan laba bersih perseroan sepanjang kuartal I-2020 sebesar Rp 903,2 miliar atau turun sekitar 20,7 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yakni sebesar Rp 1,14 triliun.

Sedangkan untuk volume produksi mengalami sedikit kontraksi sekitar 2,8 persen yang disebabkan oleh curah hujan yang sangat tinggi khususnya pada awal tahun. Sementara itu untuk angkutan batu bara dengan menggunakan kereta api mengalami peningkatan sebesar 12,1 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya yakni dari 5,8 juta ton menjadi 6,5 juta ton.

Sekretaris Perusahaan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Hadi Surya Palamengatakan, pencapaian Perseroan ini tak lepas dari strategi manajemen dalam melakukan efisiensi yang berkelanjutan di semua lini & mengoptimalkan peluang pasar ekspor ke beberapa negara seperti India, Hong Kong, Taiwan, Thailand, Vietnam dan sejumlah negara Asia lainnya, di tengah fluktuasi harga batu bara acuan (HBA). Strategi optimasi penjualan ekspor batu bara medium to high calorie ke premium market juga menyokong pencapaian ini.

Sepanjang triwulan I tahun 2020, Perseroan mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp5,1 triliun, yang terdiri dari pendapatan penjualan batu bara domestik sebesar Rp3,3 triliun, penjualan batu bara ekspor sebesar Rp1,8 triliun dan aktivitas lainnya sebesar Rp87,2 miliar yang terdiri dari penjualan listrik, briket, minyak sawit mentah, jasa kesehatan rumah sakit dan jasa sewa.

Dengan gambaran pendapatan dan peningkatan beban pokok penjualan serta beban usaha, laba usaha Perseroan masih bisa mencapai Rp1,08 triliun. Kemudian diiringi dengan tercapainya EBITDA sebesar Rp1,5 triliun dan pencapaian laba bersih Perseroan sebesar Rp903,2 miliar. Total aset Rp27,7 Triliun dengan total Liabilitas Rp7,8 Triliun.

“Pencapaian tersebut diatas merupakan hasil dari strategi efisiensi yang diterapkan oleh Perseroan guna menghadapi volatilitas harga batu dan kecenderungan berkurangnya permintaan pasokan batu bara,” jelas Hadi dalam jumpa pers virtual di Jakarta Senin (4/5/2020).

Menurutnya beberapa strategi efisiensi yang telah dilakukan PTBA pada kuartal pertama 2020 adalah secara operasional melakukan upaya penurunan HPP melalui penerapan optimasi biaya jasa penambangan dengan menekan stripping ratio dan jarak angkut yang paling optimal, optimasi jam jalan alat dan penghematan BBM. Saat ini PTBA juga tengah melakukan upaya negosiasi tarif dengan beberapa mitra kerja utama.

” Untuk tahun 2020, Perseroan menganggarkan investasi sebesar Rp4,0 triliun yang terdiri dari Rp3,8 triliun untuk investasi pengembangan dan Rp228,9 miliar untuk investasi rutin,” tutup Hadi. (emi)