November 25, 2020

Bursa Efek Nyatakan Pelaksanaan Buy Back Emiten Hanya 8,8 Persen

Keterbukaan Informasi terkait rencana buy back dalam Kondisi Lain untuk memperpanjang periode buyback. (Foto : Merdeka.com)


Businesstoday.id, Jakarta – Pelaksanaan rencana pembelian kembali saham atau buy back masih relatif minim. Pasalnya, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) per tanggal 15 Juni 2020 nilai pelaksanaanya hanya 8,8 persen dari total nilai rencana sebesar Rp19,6 triliun.

Menurut Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna bahwa, sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) nomor 2 tahun 2013, waktu pelaksanaan buyback saham hanya dapat dilakukan dalam jangka waktu paling lama tiga bulan setelah keterbukaan informasi.

“Berdasarkan hal tersebut, terdapat 4 perusahaan tercatat yang telah selesai periode buy back nya dan terdapat 1 perusahaan tercatat yang telah menyampaikan Keterbukaan Informasi terkait rencana buy back dalam Kondisi Lain untuk memperpanjang periode buyback,” papar Nyoman, Selasa (16/6/2020).

Padahal, sampai dengan tanggal 15 Juni 2020, terdapat 67 perusahaan tercatat melaporkan akan melakukan buy back deengan total nilai sebesar Rp19,6 triliun.

“Sejauh ini, sebesar 8,8 persen dari nilai rencana buy back Kondisi Lain telah dieksekusi oleh perusahaan tercatat. Sehingga masih tersisa dana yang siap untuk digunakan pada periode buy back kondisi lain ini sebesar 91,2 persen,” tulis dia.