Cara Mencegah Penyebaran Virus Corona di Jakarta

by -58 views
Cara mencegah penyebaran Covid-19 kita harus melaksanakan protokol kesehatan secara disiplin.

BISNIS POST – Sejak ditemukan di Wuhan, China pada Desember 2019 dan penyebarannya ada di Indonesia terhitung sejak Maret 2020 lalu. Coronavirus Disease atau Covid-19 menjadi wabah atau pandemi ini terbilang berbahaya karena penyebarannya yang cepat.

Untuk itu, pemerintah pusat dan daerah, termasuk DKI menerapkan sejumlah aturan dan batasan untuk menekan penyebaran virus ini sembari melakukan tracking, seperti PCR, swab antibody, juga rapid test antigen. Pada uraian kali ini akan dibahas berbagai cara untuk mencegah tersebarnya Covid-19 sekaligus tempat atau fasilitas test antigen Jakarta maupun sejumlah test lainnya.

Penggunaan Hand Sanitizer bisa mengurangi penularan virus Covid-19 sebesar 35 persen.

Cara Mencegah Penyebaran Covid-19 di Jakarta

Seperti anjuran pemerintah, kita harus melaksanakan protokol kesehatan secara disiplin dan menerapkan 3M, yaitu:

  1. Memakai masker
  2. Mencuci tangan
  3. Menjaga jarak dan menghindari kerumunan

Menurut juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, berdasarkan sejumlah penelitian internasional, memakai masker kain dapat menurunkan risiko penularan COVID-19 sebesar 45 persen. Lebih baik lagi adalah mengenakan masker bedah yang mampu menekan penyebaran virus COVID-19 hingga 70 persen.

Selain itu, menjaga jarak minimal 1 meter antar manusia, dapat menekan penularan virus hingga 85 persen, dan WHO menyarankan, cuci tangan menggunakan sabun/antiseptik selama 20-30 detik karena dapat mencegah penularan virus ini sebesar 35 persen, atau jika sedang tidak ada air dan sabun ketika di luar rumah, kita bisa menggunakan Hand Sanitizer.

Selain itu, di Jakarta sendiri terdapat aturan keluar masuk wilayah yang harus menyertakan hasil rapid test antigen untuk yang berasal dari luar daerah setelah sebelumnya ditetapkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 47 Tahun 2020 tentang Pembatasan Kegiatan Bepergian Keluar dan/atau Masuk Provinsi DKI Jakarta dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang ditandatangani langsung oleh Gubernur DKI, yang berisi keharusan memiliki surat dinas atau keterangan kerja bagi penduduk serta kartu tanda kependudukan yang sah.

Hal tersebut dipertegas oleh pernyataan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo, yang dilansir dari laman Kompas.com menyebutkan bahwa syarat memasuki Jakarta mulai tanggal 8 Desember 2020 – 8 Januari 2021 adalah mengantongi hasil rapid test antigen dan berlaku untuk perjalanan secara darat, laut, juga udara.

PSBB yang Kembali Dilakukan

Kini, untuk daerah Jawa dan Bali dikenakan kembali aturan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) atau di beberapa wilayah diterapkan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat). Hal ini pun dipertegas dengan pernyataan Gubernur DKI, Anies Baswedan yang dikutip dari laman tribunnews.com yang memuat bahwa beliau resmi mengumumkan kembali memperketat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai Senin (11/1/2021) hingga 25 Januari seiring dengan ledakan kasus Covid-19 di Ibu Kota.

Beliau menuturkan “Saat ini, kita sedang berada di titik kasus aktif tertinggi selama ini, yaitu di kisaran angka 17.383. Kasus aktif adalah jumlah orang yang saat ini berstatus positif Covid-19 dan belum dinyatakan sembuh, baik yang dirawat di fasilitas kesehatan maupun di dalam isolasi mandiri”.

Karena menurutnya sejak diberlakukan PSBB ketat September lalu, Pemprov mencatat penurunan kasus aktif secara signifikan, hingga artinya pengetatan pembatasan sosial itu benar-benar efektif menurunkan kasus aktif, begitu tuturnya.

Untuk memudahkan Anda mengakses berbagai informasi mengenai test antigen Jakarta ataupun fasilitas pelayanan kesehatan lainnya sekaligus untuk konsultasi, Anda bisa segera mengunduh dan menggunakan aplikasi Halodoc. Aplikasi ini bisa sangat membantu Anda untuk mendapatkan informasi lokasi rumah sakit, harga test, konsultasi dengan dokter spesialis, buat appointment dan lain sebagainya.***