November 29, 2020

Chitose Internasional Prediksi Pendapatan Turun 25-50 Persen

Perseroan juga memiliki kewajiban pemenuhan kewajiban pokok utang sebesar Rp500. (Foto : Tribunnews.com)


Bisnispost.com, Jakarta – PT Chitose Internasional Tbk (CINT) mengakui akan dampak dari pandemi covid-19 pada operasional usaha perseroan hingga kewajiban pokok utang sebesar Rp500 juta.

Fadjar Swatyas Direktur CINT dalam keterbukaan informasi BEI Rabu (17/6/2020) menyatakan, perseroan mengalami pembatasan operasional yaitu dalam hal pengiriman barang ke pelanggan atau distributor, Pembatasan kegiatan operasional administrasi, Produk utama yaitu kursi hanya di produksi dibawah 50 persen dari target bulanan sejak awal april 2020

Penghentian sementara operasional itu sejatinya adalah penyumbang 25 hingga 50 persen terhadap kontribusi pendapatan dari kegiatan operasional perseroan pada tahun 2019.

Perseroan memprediksi akan adanya penurunan total pendapatan dan laba hingga Periode yang berakhir per 31 Mei 2020 dibandingkan 31 Mei 2019 masing-masing 25 sampai 50 persen pendapatan dan 25 persen laba bersih.

Dari total 520 orang karyawan perseroan sebanyak 84 diantaranya karyawan kontrak harus terdampak covid-19 karena harus dirumahkan sementara.

Perseroan juga memiliki kewajiban pemenuhan kewajiban pokok utang sebesar Rp500 juta akibat dari dampak pandemi covid-19.

Strategi yang dilakukan oleh Perusahaan dengan Berupaya menjalankan protokol kesehatan dalam melaksanakan kegiatan operasional perusahaan agar kegiatan operasional tetap dapat berjalan lancar
Untuk Karyawan Produksi meningkatkan protokol tindakan kebersihan dan sanitasi dengan menyediakan masker dan pembersih tangan, menerapkan jarak fisik disemua area produksi dan fasilitas produksi seperti tempat ibadah, kantin Untuk Karyawan Non Produksi, menerapkan kebijakan kerja dari Rumah, mengurangi perjalanan bisnis, melakukan diskusi online.

Tetap memastikan protokol tindakan kebersihan dan sanitasi, Penyesuaian operasional bisnis, Pemasaran dengan menggunakan media by phone dan conference call,menetapkan untuk karyawan yang hamil dan berusia diatas 50 tahun untuk bekerja dari rumah.

Dilingkungan perusahaan Penerapan pengecekan suhu tubuh, perbanyak tempat cuci tangan, penyediaan hand sanitizer, peningkatan imunitas karyawan dengan pemberian tambahan buah dan vitamin, wajib pemakaian masker bagi setiap orang. Penyemprotan desinfectan periodic keseluruh area indoor dan outdoor, kendaraan, dan penyediaan chamber desinfectan Secara bisnis,tetap menjaga hubungan baik dengan jaringan pemasaran,terus mengupayakan adanya pendapatan perseroan, menjaga cashflow secara ketat sehingga dapat survive kedepan. (ten)