November 27, 2020

Cisadane Sawit Raya (CSRA) Catat Laba Melonjak 327 Persen di Kuartal I-2020

Laba per saham dasar di atribuksikan oleh perusahaan hingga akhir kuartal I-2020. (Foto : Liputan6.com)


Bisnispost.com, Jakarta – Perusahaan penanaman pohon kelapa sawit dan mengolah tandan buah segar (TBS) menjadi minyak sawit mentah (CPO), PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) memperoleh laba pada tahun I-2020 sangat signifikan Rp32,50 miliar naik 327,85 persen dari laba tahun sebelumnya yang Rp7,59 miliar.

Laporan keungan interim CSRA yang disampaikan ke BEI Rabu (10/6/2020) menyetujui, penjualan neto Rp145,62 miliar hingga periode 31 Maret 2020 naik 34,13 persen dibandingkan penjualan neto Rp108,56 miliar pada periode sama tahun sebelumnya.

Dengan beban pokok penjualan yang juga naik 5,26 persen manjadi Rp79,35 miliar dari Rp75,39 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Naik Emiten yang IPO pada awal tahun 2020 itu membukukan laba bruto naik 99,75 persen menjadi Rp66,26 miliar dari laba bruto Rp33,17 miliar tahun sebelumnya. Sementara laba sebelum pajak naik 268,28 persen jadi Rp42,04 miliar dari laba sebelum pajak Rp11,42 miliar tahun sebelumnya.

Dengan beban pajak sebesar Rp9,53 miliar atau naik 73,28 persen dari Rp5,50 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Laba per saham dasar di atribuksikan oleh perusahaan hingga akhir kuartal I-2020 sebesar Rp16 tumbuh cukup baik dari Rp4 per saham dsar pada periode yang sama tahun 2019.

Liabilitas atau kewajiban yang dimiliki perusahaan per 31 Maret 2020 sebesar Rp868,52 miliar terjadi penurunan sebesar 3,88 persen dari Rp903,65 miliar pada akhir tahun 2019.Pada sisi ekuitas terjadi peningkatan 18,08 persen menjadi Rp548,65 miliar dari Rp464,90 miliar.

Total aset perusahaan mencapai Rp1,42 triliun hingga periode 31 Maret 2020 naik 3,58 persen dari total aset Rp1,37 triliun hingga periode 31 Desember 2019.

Pada pos yang juga sangat perlu dipertimbangkan adalah kas dan setara kas yang dimiliki oleh perusahaan per 31 Maret 2020 sebesar Rp44,71 miliar tumbuh 75,79 persen dari Rp25,43 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya. (mit)