October 30, 2020

Dampak Pandemi Covid-19, Angkasa Pura II Lakukan Penghematan Biaya

Penghematan biaya operasional terbesar adalah di penggunaan listrik. (Foto : Instagram @adhipratamas)


Bisnispost.com, Jakarta – Menyikapi imbas pandemi Covid-19 terhadap bisnis penerbangan, PT Angkasa Pura II (Persero) melakukan penghematan biaya operasional di 19 bandara yang dikelola perseroan.

Direktur Teknik AP II, Agus Wialdi mengatakan, pihaknya tengah memfokuskan menghemat biaya operasional sekaligus memastikan bandara tetap beroperasi guna menjaga konektivitas transportasi udara nasional.

“Penghematan salah satu kunci dalam merespons tantangan Covid-19. Bandara AP II saat ini beroperasi dengan lebih sederhana dibandingkan kondisi normal, menyesuaikan juga dengan traffic penumpang dan penerbangan,” kata Agus dalam keterangannya, Senin (4/5/2020).

Agus menyampaikan, adapun implementasi penghematan operasional tersebut antara lain seperti menghentikan sementara operasional Skytrain di Bandara Soekarno-Hatta untuk disubstitusi dengan optimalisasi shuttle bus sebagai transportasi publik antarterminal.Tak hanya itu, Transit Oriented Development (TOD) di Soekarno-Hatta juga ditutup guna mendukung penerapan physical distancing.

“Secara umum, penghematan biaya operasional terbesar adalah di penggunaan listrik. Kami melakukan penghematan penggunaan listrik di seluruh bandara hingga sekitar 46 persen,” katanya

Ia menjelaskan penghematan listrik antara lain dilakukan dengan mengurangi penggunaan fasilitas nonprioritas seperti penyejuk udara dan sebagainya, dengan tetap menjaga aspek keamanan, keselamatan, kesehatan, dan pelayanan.

Di samping itu, pada bandara yang dikelola AP II juga melakukan penghematgan air bersih hingga 60 persen, serta penghematan penggunaan kendaraan operasional di kawasan bandara baik sisi udara maupun sisi darat.

“Penghematan sangat ketat juga diterapkan pada pos belanja modal (capital expenditure/capex), di mana capex hanya akan digunakan untuk kebutuhan yang dinilai sangat dibutuhkan dengan memperhitungkan dan kondisi saat ini,” jelasnya.

Lebih lanjut Agus mengatakan, penghematan capex juga mencakup porsi yang sebelumnya direncanakan untuk pengembangan di bandara-bandara Kerja Sama Pemanfaatan Barang Milik Negara (KSP BMN) yaitu Radin Inten II (Lampung), HAS Hanandjoeddin (Belitung), Fatmawati Soekarno (Bengkulu) dan Tjilik Riwut (Palangkaraya).

“Melalui berbagai penghematan biaya maka dapat seluruh bandara PT Angkasa Pura II tetap beroperasi optimal dan selalu siaga melayani berbagai penerbangan yang masih diizinkan sesuai Permenhub No. 25/2020, termasuk penerbangan dalam rangka mengatasi COVID-19,” terangnya.

Agus menerangkan dengan penghematan ini maka bandara PT Angkasa Pura II dapat cepat mengoptimalkan seluruh sumber daya guna melayani meningkatnya lalu lintas penumpang pesawat dan penerbangan saat COVID-19 sudah dapat dikendalikan. (rri) #mediamelawancovid19