October 21, 2020

Dewan Sebut Kahatex Lakukan Protokol Sesuai Aturan Kemenkes

Wakil Ketua DPRD Sumedang, Jajang Heryana. (Foto : Instagram @inimahsumedang)


Bisnispost.com, Jakarta – Wakil Ketua DPRD Sumedang, Jajang Heryana, SE mendorong Pemerintah Kabupaten Sumedang dan Pemprov Jawa Barat untuk membantu PT. Kahatex dalam pengadaan alat pendeteksi cepat atau rapid test.

Demikian disampaikan politisi Partai Golkar, usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pabrik tektstil ternama tersebut, Selasa 28 April 2020.

Pada kunjungan tersebut, hadir perwakilan PT. Kahatex Tamami sekaligus sebagai Ketua Gugus Tugas Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 PT. Kahatex, Humas Gugus Tugas dan Kabag Umum PT Kahatex Luddy Suteja, dan Kabag Umum, Cecep serta manajemen PT Kahatex lainnya.

Sementara dari DPRD Kabupaten Sumedang, hadir dari Fraksi PAN H. Dudi Supardi, ST. MM, anggota Fraksi Golkar Asep Kurnia dan Warson, S.Ag dari Fraksi Gerindra, Cecep Lukman Hakim, ST dan Deden Dony Herlansyah, S.Pd.

“Jadi diharapkan pemda sebatas mencarikan sumber untuk membeli alat rapid test, mengingat di pasaran harganya mencapai Rp300.000 an. PT, Kahatex berharap, jika dicarikan pemda harganya relatif lebih murah,” jelas Jajang.

Jajang menyebutkan, mengenai pencegahaan penyebaran Covid-19, PT. Kahatex sudah melakukan protokol kesehatan sesuai peraturan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) guna mencegah dan menanggulangi Covid-19.

“Hal ini terlihat hampir di seluruh sudut terpampang promosi kesehatan berupa spanduk dan baliho tentang imbauan dan SOP pencegahan Covid-19. Saat karyawan masuk bekerja, mereka akan melewati disinfectan chamber otomatis dan alat pendeteksi suhu tubuh menggunakan CCTV, thermo scaner sekelas bandara, ini luar biasa,” katanya.

Selain itu, tambahnya, seluruh ruang produksi dan kantor dilakukan penyemprotan desinfektan secara rutin setiap tiga hari sekali, lalu penyediaan hand sanitizer dan hand soap ada diseluruh divisi.

“Setiap karyawan yang memasuki area perusahaan sudah diberi dan wajib memakai masker. Tidak hanya itu, perusahaan pun telah melakukan social distancing dan praktek-praktek physical distancing di area kerja. Kemudian klinik pelayanan kesehatan karyawanpun sudah bagus, manajemen mengikuti instruksi dinkes serta membangun ruang pemeriksaan lanjutan (RPL), khusus untuk melayani pemeriksaan dan observasi bagi karyawan yang sakit, tapi dengan gejala demam tinggi sesak nafas. Itu bukti kesiapan di bidang medisnya,” papar Jajang.

Jajang menegaskan, DPRD akan segera berkoordinasi dengan Pemkab Sumedang terkait kesiapan PT Kahatex dan mendorong Pemkab maupun Pemprov untuk membantu pengadaan alat rapid test tersebut.

“Disini pentingnya negara hadir dalam pemenuhan kemanfaatan masyarakat. Kami mendorong Pemkab Sumedang dan Pemprov Jabar untuk secepatnya melakukan pengadaan alat rapid test tersebut sebelum karyawan PT Kahatex diliburkan,” tuturnya.

Rapid Karyawan

Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) Umum PT Kahatex Luddy Suteja menambahkan, bahwa PT Kahatex telah melakukan seluruh aturan yang dianjurkan karena Kahatex berkomitmen untuk sadar dan taat hukum.

“Pada dasarnya kami siap melakukan rapid test secara massal terhadap karyawan yang masih aktif bekerja karena sebagaimana tertuang dalam Perbup Nomor 30 tahun 2020 bahwa setiap perusahaan yang masih melakukan produksi wajib untuk melakukan rapid test terhadap seluruh karyawan yang masih dipekerjakan, asalkan untuk pengadaan alat rapid test tersebut dibantu oleh pemerintah daerah,” jelas Luddy. (elj)