December 2, 2020

Di Karangsong, Menteri Edhy Siap Pasang Badan untuk Nelayan

Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo. (Foto : Instagram @edhy.prabowo)


Bisnispost.com, Indramayu – Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menyatakan komitmennya untuk pasang badan bila terjadi kriminalisasi terhadap nelayan maupun pembudidaya ikan. Namun dia juga meminta komitmen mereka untuk mematuhi aturan.

“Kalau ada yang mengganggu bapak ibu sekalian, siapa saja, saya akan maju membela saudara-saudara sekalian. Ini komitmen saya dan kami semua di sini,” ujar Menteri Edhy saat berdialog dengan nelayan di TPI Karangsong, Indramayu, Jawa Barat.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Polri dan Kejaksaan, lanjut Edhy, sudah sepakat mengedepankan pembinaan terhadap nelayan maupun pembudidaya bila menemukan pelanggaran di lapangan. Pelanggaran yang dimaksud di antaranya menyoal administrasi dan zona penangkapan.

Pembinaan penting diutamakan karena menurut Edhy, pelanggaran oleh nelayan tak melulu karena kesengajaan melainkan ketidaktahuan. Disamping itu, kemudahan itu sekaligus untuk mendorong nelayan semakin produktif, khususnya di masa pandemi Covid-19 saat ini.

“Tidak ada lagi nelayan yang salah main penjarakan. Saya sudah lapor Kapolri dan Kejaksaan. Kalau ada pelanggaran, diajari dulu, kasi tau dulu, dibina dulu. Kapolri sudah setuju,” terang Edhy.

Sejalan dengan diberikannya kemudahan oleh KKP, Menteri Edhy meminta komitmen para nelayan untuk tidak melanggar aturan hukum. Edhy mengaku tidak akan membela nelayan yang mencurangi aturan dan melakukan pelanggaran berat. Seperti memanipulasi ukuran kapal, jaring, penyelundupan narkoba hingga bahan peledak.

“Tapi saya minta komitmen dari kita semua untuk sama-sama menjaga aturan, patuhi aturan. Tidak ada lagi ke depan markdown kapal, setuju ya. Kalau ada saya hukum. Tidak ada lagi pelanggaran ukuran jaringnya. Kalau sudah ditetapkan segini, ikuti segini. Setuju ya. Saya juga tidak akan membela saudara-saudara kalau menyelundupkan narkoba, bahan peledak. Anda harus mempertanggung-jawabkan sendiri di mata hukum,” tegasnya.

Dalam kunjungan kerjanya di Karangsong, Menteri Edhy sekaligus memberikan bantuan pinjaman modal untuk para nelayan. Dia juga mengaku akan menindaklanjuti permintaan coldstorage kapasitas 1.000 ton yang diminta oleh Pemda Indramayu, permintaan peningkatan status pelabuhan, hingga solusi atas pendangkalan tempat berlabuhnya kapal-kapal nelayan.

Seperti diberitakan, Indramayu menjadi lokasi pertama yang dikunjungi Menteri Edhy dalam kunker seminggu mengelilingi Pulau Jawa. Selanjutnya Menteri Edhy akan ke Cirebon, Tegal, Demak, Pati hingga Banyuwangi. Kunkernya untuk bertemu dengan nelayan, pembudidaya, dan pelaku usaha. Edhy ingin menyerap langsung aspirasi dan harapan mereka untuk segera ditindaklanjuti. (kkp)