October 30, 2020

Diterpa Virus Corona, Defisit APBN Februari 2020 Sentuh Rp 62,8 Triliun


Businesstoday.id, Jakarta – Kementerian Keuangan mencatat defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN hingga akhir Februari 2020 sebesar 0,37 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) atau senilai Rp 62,8 triliun. Realisasi itu 16,2 persen dari target APBN 2020 sebesar Rp 307,2 triliun atau 1,76 persen dari PDB.

Meski begitu, realisasi ini lebih rendah dibanding capaian pada Februari 2019 yang defisit Rp 54 triliun atau 0,34 persen dari PDB. Kondisi defisit tidak terlepas dari berbagai sentimen negatif dari gejolak perekonomian global sepanjang awal 2020 terutama dengan merebaknya wabah virus corona (Covid-19)

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, realisasi defisit APBN awal tahun ini dipicu oleh pertumbuhan penerimaan negara yang rendah ketimbang belanja negara. Penerimaan negara tercatat tumbuh 0,5 persen sedangkan belanja negara tumbuh 2,8 persen.

“Ini masih akan sangat dipengaruhi seberapa lama outbreak ini berlangsung, seberapa cepat bisa dikendalikan,” kata dia saat telekonferensi, Rabu (18/3/2020).

Secara nominal, dia menyebutkan, penerimaan negara pada periode itu mencapai Rp 216,6 triliun atau baru mencapai 9,7 persen dari target penerimaan negara pada 2020 yang dipatok dalam APBN sebesar Rp 2.233,2 triliun. Capaian itu lebih lemah dari catatan Februari 2019 sebesar Rp 217,7 triliun.

Sementara itu, untuk belanja negara, tercatat sudah mencapai Rp 279,4 triliun hingga akhir Februari 2020 atau mencapai 11 persen dari target belanja negara dalam APBN 2020 yang sebesar Rp 2.540,4 triliun. Meski begitu, gelontoran belanja negara itu lebih kecil dari catatan hingga akhir Februari 2019 sebesar Rp 271,8 triliun.

“Namun kalau dilihat belanja Kementerian/Lembaga cukup bagus, terjadi kenaikan 17,8 persen. Atau sudah dibelanjakan Rp 83,9 triliun,” tegasnya.

Dengan catatan tersebut, maka keseimbangan primer, dikatakan Sri, hingga akhir Februari 2020 mengalami kontraksi Rp 28,5 triliun atau mencapai 236,4 persen dari target defisit keseimbangan primer yang dipatok APBN 2019 sebesar Rp 12 triliun. (via)


Leave a Reply

Your email address will not be published.