December 2, 2020

DPR Tuntut ESDM Kembalikan Program bagi Rakyat Kecil

Wakil Ketua Komisi VII, Ramson Siagian. (Foto : Liputan6.com)


Bisnispost.com, Jakarta – Setelah sebelumnya mendapat protes dan penolakan secara serempak dari hampir seluruh Pimpinan dan Anggota Komisi VII DPR RI, akhirnya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif setuju memunculkan kembali anggaran untuk program-program bagi rakyat kecil.

Hal tersebut tertuang menjadi salah satu dari empat poin kesimpulan rapat kerja Komisi VII DPR RI dengan Menteri ESDM beserta jajaran yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi VII Ramson Siagian, di ruang rapat Komisi VII DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (24/6/2020).

“Komisi VII DPR RI sepakat dengan Menteri ESDM untuk meningkatkan optimalisasi kegiatan infrastruktur Tahun 2020 dari Rp 235 miliar menjadi Rp 350 miliar untuk penambahan paket yakni konverter kit nelayan, konverter kit petani, PJU TS (Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya), dan sumur bor air tanah,” ujar Ramson membacakan poin pertama dari kesimpukan raker.

Selain itu, Komisi VII DPR RI dan Menteri ESDM juga sepakat untuk mengupayakan kembali agar anggaran untuk program-program dalam poin pertama kesimpulan tersebut di atas, bisa melebihi target Rp 350 miliar.

Komisi VII DPR RI maupun Menteri ESDM juga sepakat agar penentuan waktu, alokasi dan tempat untuk pelaksanaan program dan kegiatan Kementerian ESDM di daerah, dikonsultasikan dengan pimpinan dan anggota Komisi VII yang terkait dengan daerah pemilihan masing-masing. Selanjutnya, Komisi VII DPR RI meminta Menteri ESDM untuk menyampaikan jawaban tertulis atas semua pertanyaan yang disampaikan oleh anggota Komisi VII DPR RI paling lambat tanggal 29 Juni 2020.

Menanggapi hak tersebut, Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan, pihaknya menyepakati persetujuan antara Komisi VII DPR RI dengan eselon I Kementerian ESDM, untuk melakukan optimalisasi anggaran infrastruktur tersebut, dengan melakukan pergeseran pagu anggaran Rp 350 miliar antar unit eselon I. “Kami upayakan penyisiran kembali aktivitas-aktivitas yang terkait anggaran yang tersisa tahun 2020 untuk pada saatnya dilakukan refocusing kembali,” ujar Arifin. (dpr)