October 28, 2020

Eksepsi Terdakwa Kasus Investasi Bodong Dimentahkan Jaksa

Gedung Pengadilan Negeri Bogor Kelas I B. (Foto : instagram @pn_bogor)


Hallobogor.com, Bogor – Kasus sidang penipuan tiket investasi dengan nilai milyaran rupiah kembali digelar di Pengadilan Negeri Bogor dengan agenda pembacaan eksepsi yang diajukan terdakwa RN. Eksepsi terdakwa yang diajukan yakni kasusnya masuk ranah perdata.

Namun hal tersebut dipatahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dalam sidang ketiga kasus itu tetap dilanjutkan dengan ranah pidana, karena unsur pidananya sudah terpenuhi, Selasa (25/2/2020).

Kuasa Hukum Koeshendarto, Tri Widiastuti SH mengatakan, hari ini agendanya adalah Jaksa Penuntut Umum (JPU) menjawab eksepsi terdakwa. Eksepsi yang kemarin disampaikan oleh terdakwa yaitu perkara ini masuk ke dalam ranah perdata menunjukan dakwaan tidak cermat.

“Pada hari ini, itu semua sudah dipatahkan yang dijawab oleh JPU bahwa terdakwa itu hanya melihat sebagian dari seluruh perkara. Jadi itu jawabannya,” ucap Tri kepada awak media usai sidang di PN Bogor, pada Selasa (25/2/2020).

Tri menjelaskan bahwa, terdakwa tidak pernah ada hubungan kerja sama dengan pihak manapun, seperti travel yang disebutkan, kemudian antavaya dan koperasi-koperasi Migas.

“hal Itu menunjukkan bahwa sudah terpenuhinya unsur penipuan. Jadi sudah jelas terdakwa tepat dan sesuai dengan Kitab Undang-Undang (UU) hukum pidana,” katanya.

Tri berharap, majelis hakim menolak eksepsi terdakwa, selanjutnya agenda sidang jawaban dari majelis terhadap eksepsi terdakwa.

“Kami tetap mengawal sidang ini dan akan memberikan putusan sebesar-besarnya. Saya tegaskan ditolaknya eksepsi terdakwa, karena mengada-ada. tadi itu tadi disebutkan kerja sama dengan pihak-pihak lain ternyata itu fiktif,” tegasnya.

Sebelumnya, Istri Koeshendarto, Regina Pingkan mengatakan, dirinya berjuang di PN Bogor, agar tidak ada masyarakat lain yang menjadi korban terdakwa RN, mendzolimi banyak orang. Dirinya juga ingin RN diadili seadil-adilnya dan dirampas juga semua asetnya untuk dikembalikan kepada korban.

Modus yang dilakukan RN adalah menawarkan jasa tiket perjalanan dinas yang mana dia mengaku sebagai fertol akun dari biro tiket Andaro, Antavaya lalu kemudian Koperasi SKK Migas dan lainnya.

“Nah, di situ dia menawarkan beberapa tiket yang memberikan keuntungan luar biasa besarnya, tetapi faktanya ketika diberikan uang kepada terdakwa RN, sama sekali pada akhirnya tidak ada pengembalian sama sekali,” pungkasnya. (den)


Leave a Reply

Your email address will not be published.