November 30, 2020

Elnusa (ELSA) Rampungkan Survey Seismik Eksplorasi KKP Jambi Merang

Progres pekerjaan survei seismik 2D KKP Jambi Merang di area terbuka telah terakuisisi sekitar 76,8%. (Foto : Instagram @elnusaofficial)


Bisnispost.com, Jakarta – PT Elnusa Tbk (ELSA) telah menyelesaikan sepertiga lebih dari target pekerjaan survei seismik eksplorasi Komitmen Kerja Pasti (KKP) Jambi Merang tengah. Emiten kontraktor migas itu melayarkan Elsa Regent, kapal survei seismik terbesar berbendera Indonesia, untuk mendukung di wilayah terbuka Indonesia sejak pertengahan November 2019 lalu.

Direktur Utama ELSA, Elizar P Hasibuan mengemukakan, kondisi operasional di perairan maupun pandemi Covid-19 merupakan suatu tantangan besar penyelesaian pekerjaan ini. Perlu berbagai penyesuaian kegiatan operasional untuk menyelesaikan pekerjaan dengan kualitas data sesuai harapan.

“Kami optimis kegiatan ini dapat diselesaikan dengan baik sesuai target.” tulis dia dalam siaran pers, Rabu (27/5/2020).

Ia menjelaskan, ditengah pandemi Covid-19, perseroan menerapkan berbagai protokol pencegahan infeksi. Setiap person on board diwajibkan melakukan pemeriksaan kesehatan termasuk rapid test, maupun isolasi sebelum naik ke Elsa Regent. Sementara untuk menghadapi tantangan operasional di perairan, Elnusa bekerja sama dengan berbagai pihak yang dapat mendukung kelancaran kegiatan. Elnusa juga menerapkan prosedur seismik ramah lingkungan yang berlaku secara internasional untuk memastikan kegiatan akuisisi data yang ramah biota laut.

“Kami berharap dukungan survei seismik ini menjadi awal baik untuk penemuan cadangan migas raksasa di Indonesia dan target produksi minyak nasional satu juta barel per hari dapat tercapai pada tahun 2030,” imbuh Elizar.

Dijelaskan, progres pekerjaan survei seismik 2D KKP Jambi Merang di area terbuka telah terakuisisi sekitar 76,8% dari total keseluruhan program.

Sebagai gambaran, ada 128 cekungan di Indonesia. Hanya 21 cekungan yang sudah diproduksi, 38 cekungan dalam tahap eksplorasi, sisanya sekitar 70 cekungan masih belum tersentuh dan potensial sebagai cadangan migas Indonesia. (mit)