October 23, 2020

Emiten Kebun Milik Triputra Grup Panen Laba Rp 178 Miliar

Direktur Utama Dharma Satya Nusantara, Andrianto Oetomo. (Foto : Instagram @alvian_dika)


Businesstoday.id, Jakarta – Emiten perkebunan PT Dharma Satya Nusantara Tbk. milik Triputra Grup mencetak laba bersih sebesar Rp 178 Miliar pada 2019.

Jumlah itu turun 58 persen bila dibandingkan dengan laba bersih 2018 yang mencapai Rp 427 miliar. Direktur Utama Dharma Satya Nusantara Andrianto Oetomo mengatakan turunnya kinerja karena perseroan masih terdampak pada penurunan harga penjualan crude palm oil (CPO).

Menurutnya, harga rata-rata CPO perseroan sebesar Rp 6,5 juta per ton turun 10 persen dibandingkan dengan harga rata-rata CPO 2018 yang mencapai Rp 7,2 juta per ton.

Meski demikian emiten berkode saham DSNG itu mampu menutupinya dengan kenaikan volume penjualan CPO sebesar 46 persen dibandingkan dengan 2018. Penambahan volume produksi CPO berasal dari dua perusahaan perkebunan kelapa sawit yang diakuisisi perseroan pada akhir 2018 sehingga jumlah kebun perseroan yang sudah menghasilkan ikut bertambah.

“Meskipun volume penjualan CPO naik cukup signifikan, namun turunnya harga CPO menyebabkan nilai penjualan kami tahun 2019 hanya naik 21 persen dibandingkan 2018,“ kata Andrianto Oetomo pada Rabu (8/4/2020).

Pada 2019, DSNG membukukan total penjualan sebesar Rp5,74 triliun. Dari jumlah tersebut, penjualan dari segmen usaha kelapa sawit tercatat sebesar Rp4,74 triliun atau memberikan kontribusi sebesar 83 persen dari total penjualan. Sisanya sebesar Rp1,00 triliun berasal dari segmen usaha produk kayu.

Adrianto menambahkan DSNG membukukan EBITDA sebesar Rp1,31 triliun, dengan margin EBITDA sebesar 23 persen, dibandingkan EBITDA pada tahun 2018 sebesar Rp1,33 triliun, dengan margin EBITDA sebesar 28 persen.

“Kami berusaha untuk menjaga margin EBITDA pada level yang tidak terlalu jauh berbeda dibandingkan 2018 melalui peningkatan produktivitas kebun dan efisiensi di tengah penurunan harga CPO,” katanya.

Sementara itu, menanggapi dampak pandemi virus Corona terhap kinerja Perseroan, Andrianto mengatakan situasi ini berpotensi untuk mengganggu ekonomi global termasuk Indonesia yang berdampak pada aktivitas usaha. (emi)


Leave a Reply

Your email address will not be published.