October 28, 2020

Timbun Masker dan Sembako saat Ada Virus Corona Hukumnya Haram

Sekertaris Komisi Fatwa MUI, Asrorun Ni'am. (Foto: Instagram @niam_sholeh)


Businesstoday.id, Jakarta – Majelis Ulama Indonesia atau MUI menerbitkan fatwa, yang mengatur peribadatan selama pandemi virus corona. Fatwa tersebut juga menyertakan perbuatan yang menimbulkan kepanikan.

“Tindakan yang menimbulkan kepanikan dan atau menyebabkan kerugian publik, seperti memborong dan menimbun bahan kebutuhan pokok dan menimbun masker, hukumnya haram” tulis MUI dalam pesan pendek yang diterima detikcom dari sekretaris Komisi Fatwa MUI Dr HM Asrorun Ni’am Sholeh MA, Senin (16/3/2020).

Dalam fatwa tersebut, setiap orang wajib melakukan ikhtiar menjaga kesehatan menghadapi kasus infeksi virus corona atau COVID-19. Kewajiban laun adalah menjauhi hal yang diyakin menyebabkan terpapar penyakit, karena hal itu merupakan bagian dari menjaga tujuan pokok beragama (al-Dharuriyat al-Khams).

MUI menghimbau umat Islam semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan memperbanyak ibadah, taubat, istighfar, dzikir, dan membaca Qunut Nazilah di setiap shalat wajib. Usaha lainnya adalah memperbanyak shalawat, memperbanyak sedekah, dan senantiasa berdoa kepada Allah SWT agar diberikan perlindungan dan keselamatan. Termasuk dari musibah dan marabahaya (doa daf’u al-bala’), khususnya akibat wabah COVID-19 atau virus corona.

Dengan keluarnya fatwa ini, MUI merekomendasikan pemerintah wajib melakukan pembatasan bagi orang dan barang. Pembatasan super ketat diterapkan pada orang dan barang dari serta menuju Indonesia kecuali petugas medis, impor barang kebutuhan pokok, atau keperluan emergency.

Umat Islam wajib mendukung dan mentaati kebijakan pemerintah. Dukungan dilakukan dengan isolasi dan pengobatan pada yang tertular virus corona, sehingga COVID-19 tidak menginfeksi orang lain. (det)


Leave a Reply

Your email address will not be published.