December 1, 2020

Gemar Makan Ikan, Menteri Edhy Borong 100 Burger Tuna dari Bitung

Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo. (Foto : Instagram @edhy.prabowo)


Bisnispost.com, Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo sangat menyukai makanan berbahan ikan. Tak ayal, begitu mengetahui ada burger tuna rumput laut yang diproduksi oleh tim Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Bitung, Sulawesi Utara, ia langsung memborongnya.

Tak tanggung-tanggung, Menteri Edhy membeli 100 bungkus burger sekaligus. “Walau belum lihat gambarnya, saya dengar namanya saja sudah langsung laper. Burger tuna. Saya beli 100 ya, kalau enak nanti saya tambah beli 1.000,” ujar Menteri Edhy di Jakarta, Selasa (30/6/2020).

Awalnya Menteri Edhy melaunching secara virtual e-Jaring, yaitu program pelatihan online tentang perikanan yang digagas oleh Badan Riset dan Sumber Daya Manusia (BRSDM) di Kantor KKP, Jakarta Pusat. Dalam launching tersebut, turut ditampilkan kegiatan pelatihan di lima Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP), masing-masing BPPP Medan, Tegal, Banyuwangi, Bitung, dan BPPP Ambon.

Menteri Edhy pun berinteraksi dengan kepala BPPP masing-masing daerah. Mulai dari mempertanyakan jalannya kegiatan pelatihan hingga mengimbau untuk tetap menerapkan protokol kesehatan selama acara berlangsung.

Selain penasaran dengan rasa burger tuna rumput laut bikinan BPPP Bitung, Menteri Edhy juga sempat kaget saat mengetahui harga makanan tersebut. Menurutnya, harganya terjangkau sehingga dia optimistis burger tuna rumput laut akan disukai masyarakat, asal cita rasanya memang lezat.

“Harganya Rp12.000 jauh lebih murah dibanding burger pada umumnya. Ini menarik sekali. Eh, 100 bungkus itu saya beli ya, bukan gratis lantaran saya menteri. Saya tidak mau. Setelah ini saya transfer,” ujarnya disambut tawa peserta pelatihan.

Sementara itu, Kepala BRSDM Sjarief Widjaja menjelaskan, peserta pelatihan daring yang berlangsung di lima BPPP sebanyak 6.245 orang. Materi pelatihan meliputi pelatihan budidaya polikultur lele dan sayur; pelatihan perawatan pompa bahan bakar mesin diesel; pelatihan pembuatan siomay; pelatihan teknis pemasangan roda gigi pada mesin diesel satu piston; dan pelatihan pembuatan burger tuna rumput laut.

“Pelatihan ini dengan metode daring, yang merupakan kombinasi yang sifatnya instrusksional, demonstrasi dan praktik, tanya jawab, dan langsung membuat prototipe di tempat masing-masing. Program ini kita sebut platform digital pelatihan daring kelautan dan perikanan atau disingkat e-Jaring,” terang Sjarief.

Lebih lanjut Sjarief menjelaskan, program e-Jaring bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat khususnya di bidang kelautan dan perikanan. E-Jaring nantinya menjadi program nasional, bagian dari program Bangga Buatan Indonesia (BBI).

“Pelatihan dalam e-Jaring dapat diakses kapan saja dan dimana dengan jumlah peserta yang cukup besar. Target pelatihan semula 10.000 orang dan ditingkatkan menjadi 40.000 orang,” pungkasnya. (kkp)