November 26, 2020

Gugus Tugas Jabar Minta Kota Bogor Tetap Terapkan Protokol Kesehatan Ketat 

Dibutuhkan kerja sama semua pihak untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. (Foto : Instagram @dedierachim)


Bisnispost.com, Bogor – Wakil Ketua Harian Gugus Tugas Covid 19 Jawa Barat, Mayjen TNI (Purn) Dedi Kusnadi Thamim meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat meski ada beberapa sedikit kelonggaran di masa PSBB transisi perpanjangan ini.

“Walaupun ada sedikit kelonggaran protokol kesehatan harus tetap dijalankan. Sesuai arahan Gubernur tetap jauhi kerumunan, seperti pasar, pusat rekreasi dan mal,” katanya saat kunjungan ke Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Jalan Pajajaran, Kamis (11/6/2020).

Ia meminta warga Jawa Barat khususnya agar di New Normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) ini euforianya jangan sampai berlebihan, apalagi mengesampingkan protokol kesehatan.

Mantan Pangdam III/Siliwangi ini menekankan jangan sampai ada kasus Covid-19 gelombang dua. Untuk itu, dibutuhkan kerja sama semua pihak untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 ini.

Pihaknya sepakat untuk melakukan penanganan intensif di wilayah yang kasusnya tinggi, seperti Bodebek (Bogor, Depok dan Bekasi) yang merupakan kota penyangga Ibu Kota DKI Jakarta.

“Kota Bogor merupakan kota penyangga Ibu Kota, kita harus memaksimalkan penangannya. Bahkan, Kota Bogor bisa jadi barometer penanganan yang maksimal,” sebutnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim yang juga menjabat Ketua Gugus Tugas Covid 19 Kota Bogor sepakat agar di masa PSBB transisi perpanjangan ini protokol kesehatan harus tetap dijalankan, apalagi Kota Bogor merupakan salah kota pendemis Covid-19.

Berdasarkan perkembangannya kata Dedie, awalnya tren kasus Covid-19 membaik di 111 orang positif Covid-19. Bahkan, satu pekan Idul Fitri angkanya melandai.

“Tapi data terakhir ada 16 orang positif, 10 orang diantaranya berasal dari rumah sakit dan ASN. Ini yang harus segera ditangani,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut ia menerangkan, selain sebagai pusat koordinasi Posko Gugus Tugas ini menjadi lokasi bagi warga yang ingin memberikan bantuan, seperti APD, makanan hingga uang tunai.

“Alhamdulillah bantuan terus datang dan kami bantu warga yang membutuhkan, termasuk untuk RW Siaga Corona, lumbung logistik hingga dapur umum,” katanya.

Saat ini Pemkot Bogor akan mengizinkan mal-mal dibuka dengan syarat menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Selain membatasi jumlah pengunjung dan menyiapkan alur masuk keluar, pengelola harus menyediakan tempat cuci tangan serta alat pengecek suhu tubuh di setiap akses masuk mal.

“Mereka (pihak mal) harus mengajukan dulu ke Pemkot, baru nanti kita cek kesiapan protokol kesehatannya,” ujar Dedie. (kot)