October 30, 2020

Mantan Menkeu Sarankan Pemerintah Fokus 5 Kebijakan Fiskal Ini

Mantan Menteri Keuangan, Chatib Basri. (Foto: Instagram @tatlerindonesia)


Businesstoday.id, Jakarta – Sebagai upaya dalam pencegahan Covid-19, masyarakat dianjurkan untuk melakukan langkah social distancing atau pembatasan sosial hingga 14 hari ke depan. Mulai dari bekerja di rumah bagi karyawan dan PNS hingga pelajar yang melakukan kegiatan belajar di rumah.

Tak hanya itu, masyarakat juga akan mengurangi aktivitasnya termasuk pergi berbelanja untuk menghindari keramaian.

Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri menilai kondisi ini tentu akan berpengaruh kepada situasi ekonomi dan juga efektivitas kebijakan ekonomi seperti fiskal. Sehingga, pola kebijakan yang tujuannya mendorong permintaan melalui belanja tidak akan efektif.

“Walau memiliki uang, orang akan mengurangi aktivitas belanjanya, kecuali melalui online. Pola belanja akan bergeser kepada online. Namun tentu ini jumlahnya juga relatif terbatas, karena barang online juga akan tergantung kepada pasokan,” ujarnya sebagaimana mengutip cuitannya melalui akun Twitter @ChatibBasri, Jakarta, Selasa (17/3/2020).

Oleh karena itu, dia menyarankan pemerintah untuk memfokuskan Kebijakan Fiskal kepada beberapa hal.

Pertama, perkotaan mungkin akan mengalami dampak lebih besar dibanding desa karena kepadatan penduduk dan intensitas interaksi. Industri juga ada di perkotaan dan juga kebutuhan pasokan makanan lebih tinggi di kota.

“Karena itu kota mungkin menjadi prioritas. Ini bukan berarti bahwa desa memiliki fasiltas kesehatan yang kurang dibanding kota, maka juga tetap harus diperhatikan. Karena itu komposisi ini harus dihitung masak masak,” lanjutnya.

Kedua, karena aktivitas ekonomi akan terganggu akibat berkurangnya interaksi. Makanya, lebih baik pemerintah mengalokasikan fiskalnya untuk program kesehatan, misalnya memastikan bila penderitanya Covid-19 menjadi masif, cukupkan jumlah rumah sakit yang bisa menampung.

“Selain itu, cukup dokter, cukup obat, cukup asuransi bagi penderita. Sehingga negara bisa menanggung. Setelah kondisi bisa diatasi, dan aktivitas menjadi normal, dimana interaksi terjadi, baru lakukan demand management lagi melalui fiskal,” jelasnya.

Ketiga, untuk memastikan bahwa kelompok menengah bawah memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, mungkin karena terganggunya aktivitas ekonomi, program seperti PKH, BNPT, BLT, Pra Kerja menjadi penting.

Keempat, mengingat besarnya kebutuhan dana ini, kata Chatib, maka pemerintah perlu melakukan relokasi untuk belaja yang kurang penting, atau bukan prioritas, selain tentunya menaikan defisit anggaran lebih tinggi.

Dan terakhir, ia menakankan amat pentingnya untuk memastikan bahwa stok makanan terkendali. Kenaikan harga akibat tidak tersedianya stok pangan akan menimbulkan kepanikan. (rat)


Leave a Reply

Your email address will not be published.