December 6, 2020

Heru Hidayat : Jiwasraya Bangkrut Karena Saham Grup Bakrie

PT Asuransi Jiwasraya adalah Badan Usaha Milik Negara Indonesia yang bergerak di sektor asuransi. (Foto : finansial.bisnis.com)


Bisnispost.com, Jakarta – Perusahaan Grup Bakrie disebut-sebut dalam persidangan lanjutan dugaan korupsi dan pencucian uang (TPPU) PT Asuransi Jiwasraya di PN Tipikor, Jakarta, Rabu (15/7/2020). Terdakwa Heru Hidayat bahkan mengatakan, Grup Bakrie sebagai perusahaan yang awal-awal membawa kebangkrutan bagi Jiwasraya, setelah BUMN asuransi tersebut membeli sejumlah emiten saham BUMI Resources (BUMI) sebelum 2008.

“Dari awa itu, Jiwasraya sudah bermasalah ketimpa tangga, beli saham Bakrie, kena krisis,” kata Heru Hidayat, saat persidangan lanjutan di PN Tipikor, Jakarta, Rabu (15/7/2020).

Ungkapan Heru Hidayat, sebetulnya berawal dari sesi tanya jawab dia dengan saksi Lusiana yang pernah menjadi Sekretaris Komite Investasi, dan Kepala Pengembangan Investasi Jiwasraya 2008-2011.

Heru awalnya mengkonfirmasi keterangan Lusiana tentang empat manajer investasi (MI) yang mengelola Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT) Jiwasraya 2008. Empat MI tersebut, yakni PT AAA Securities, PT Batavia Proseperindo Asset Management, PT Danareksa Investmen Management, dan PT Trimegah Sekuritas.

“RDPT inikan yang dipertanyakan terus dari awal. Ada Rp 500 miliar subscribe. Isinya kalau tidak salah itu kan terbanyak Grup Bakrie. Benar enggak Bu?,” tanya Heru.

Pendek saja Lusiana menjawab pertanyaan tersebut, “Ya”.

Heru pun melanjutkan, pertanyaannya tentang emiten dan berapa besar milik Grup Bakrie yang juga ada di empat MI tersebut. “Berapa kira-kira Grup Bakrie di sana?” tanya Heru.

Lusiana, pun menerangkan hanya ingat satu emiten Grup Bakrie yang ada dalam RDPT Jiwasraya 2008. “Saya ingat hanya saham BUMI. Kurang lebih sekitar (Rp) 300 miliar,” jawaban Lusiana.

Merasa tak puas dengan jawaban Lusiana, Heru dengan intonasi meninggi, meminta agar saksi mengoreksi ulang catatannya tentang saham BUMI tersebut. Sebab, menurut catatan Heru, menyebutkan angka hampir Rp 1 triliun. “Nanti dilihat lagi ya. Itu setahu saya, (Rp) 800 miliar. Saya lihat datanya. Artinya, dari awal itu, Jiwasraya beli saham Bakrie yang sudah kena krisis,” kata Heru. (rep)