October 31, 2020

IDI Minta Penguncian, Pemerintah Menolak


Businesstoday.id, Jakarta – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) meminta pemerintah untuk segera memutuskan penguncian (lockdown) akibat wabah virus corona (covid-19) yang kian meluas. Namun, pemerintah bersikap tidak akan mengambil kebijakan penguncian itu.

Ketua Satgas Covid-19 IDI, Prof Zubairi Djoerban mengutarakan perlunya penerapan penguncian. “Itu penting. Kami sangat setuju lockdown. Kami minta segera diberlakukan,” tutur Zubairi, minggu (22/3/2020) di Jakarta.

Ia berpandangan, langkah itu akan efektif untuk untuk menekn penyebaran virus corona. Dia berharap pemerintah tidak alergi terhadap keputusan penguncian untuk mengurangi penyebaran virus  corona. Zubairi mengibaratkan, ada potensi fenomena gunung es dalam wabah corona di Indonesia.

“Jika tidak ditangani secara serius, ada kemungkinan penambahan jumlah pasien secara signifikan,” tuturnya. Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) dan yang positif corona, ucapnya, terus meningkat secara nasional.

IDI memahami, pemerintah masih bimbang untuk memutuskan kebijakan tersebut. Untuk itu, dia mengusulkan agar menggunaka istilah yang bebeda. Bagi IDI, tidak menggunakan istilah itu juga tidak menjadi masalah.

Satu hal lagi, ujarnya, pemerintah harus ketat menjalankan keputusan jarak sosial (social distancing). Pemerintah diharapkan serius mengawasi dan mencegah orang untuk bepergian: pembatalan rapat, penutupan sementara sekolah, berwisata, arisan keluar rumah, makan di luar, bekerja di rumah, dan lain-lain.

Berbeda dengan kehendak IDI, Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Letjen TNI Doni Monardo, sebelumnya menandaskan pemerintah tidak akan mengeluarkan kebijakan penguncian. “Dalam hal ini Presiden Joko Widodo memberi instruksi pada gugus tugas, bahwa tidak ada penguncian (lockdown),” kata Doni.

Ia menambahkan, masyarakat hendaknya menghentikan polemik soal penguncian atau status darurat. Saat ini, kilahnya, yang dibutuhkan masyarakat adalah kedisiplinan dalam menerapkan kebijaan jarak sosial dalam berinteraksi. (ind) #medialawancovid19


Leave a Reply

Your email address will not be published.