October 26, 2020

Jejak Yenny Wahid : Dukung Jokowi di Pilpres Hingga Jadi Komisaris Garuda


Businesstoday.id, Jakarta –  Putri kedua Presiden RI Ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Yenny Wahid ditunjuk sebagai Komisaris Independen PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Sebelum terpilih menjadi komisaris, Yenny pernah menjadi pendukung paslon Jokowi-Ma’ruf dalam Pilpres 2019.

Sebagaimana diketahui, hari ini Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk telah memutuskan menunjuk Yenny Wahid sebagai Komisaris Independen Garuda. Selain Yenny, ada nama mantan Ketua Bekraf Triawan Munaf yang menjadi Komisaris Utama. Sedangkan yang menjadi Direktur Utama perusahaan adalah Irfan Setiaputra.

Dikutip dari buku ‘Dialog Peradaban untuk Toleransi dan Perdamaian’ karya KH Diasaku Ikeda, wanita bernama lengkap Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid ini lahir pada 29 Oktober 1974 di Jombang. Dia mengenyam pendidikan S1 Jurusan Komunikasi Visual Universitas Trisakti dan menyabet gelar master Administrasi Publik dari Kennedy School of Government, Universitas Harvard, Amerika Serikat (AS).

Ia pun sempat bekerja menjadi asisten koresponden untuk The Sidney Morning Herald dan The Age Melbourne biro Jakarta pada 1997. Dia juga merupakan pendiri situs resmi gusdur.net yang memuat segala informasi tentang Gus Dur. Yenny juga pernah menjadi direktur The Wahid Institute, lembaga thinktank yang berfokus pada isu toleransi.

Yenny pun aktif berpolitik di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang didirikan oleh ayahnya. Dia pernah menjabat Sekjen DPP PKB. Dia juga pernah menjadi Staf Khusus Presiden Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk bidang komunikasi politik pada 2006.

Namun pada 2008, PKB diterpa masalah yang memicu keretakan. Yenny dilengserkan dari kursi Sekjen oleh Ketum PKB saat itu, Muhaimin Iskandar. Yenny Wahid pun sempat menggugat Menkum HAM karena pelengserannya itu dinilai menyalahi AD/ART partai. Usai permasalahan ini, Yenny lebih banyak aktif dalam memperjuangkan isu-isu toleransi dan demokrasi.

Pada 2017, Yenny termasuk yang sepakat bahwa Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak melakukan penistaan agama terkait ucapan di Kepulauan Seribu. Yenny bersama sejumlah alumni Universitas Harvard meneken petisi ‘Ahok Tidak Menista Agama’.

Kemudian dalam Pilpres 2019, Yenny sempat mendapat godaan-godaan untuk menentukan dukungan. Bahkan, pada September 2018, Prabowo Subianto pernah berkunjung ke kediaman Gus Dur di Ciganjur, Jakarta Selatan. Ketika itu, Yenny sempat ditawari bergabung untuk mendukung Prabowo, yang ketika itu maju sebagai capres penantang Jokowi. Namanya pun masuk draf Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Pada akhirnya Yenny tetap tak masuk ke timses Prabowo. Yenny bersama keluarga Gus Dur justru mendeklarasikan dukungan untuk pasangan Jokowi-Ma’ruf pada 26 September 2018. Meskipun begitu, Yenny tak masuk timses. “Saya nggak masuk. Saya bantu di luar saja,” kata Yenny saat menghadiri acara Dialog Peradaban Lintas Agama di Hotel Arya Duta, Jakarta Pusat, Sabtu (13/10/2018). (kon)


Leave a Reply

Your email address will not be published.