October 23, 2020

Kasus Peredaran Virus Corona Pengaruhi Sektor Pariwisata Jateng

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Jawa Tengah, Sinoeng Noegroho Rachmadi.


Businesstoday.id, Semarang – Peredaran Pandemi novel Corona Virus (nCoV) di Tiongkok, ternyata memengaruhi sektor pariwisata di Provinsi Jawa Tengah. Kunjungan wisman (Wisatawan Mancanegara) maupun bisnis dari negeri Tirai Bambu tertunda.

Menurut Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Jawa Tengah, Sinoeng Noegroho Rachmadi, dampak dari kasus peredaran Corona dari China ini, jumlah wisman dari Tiongkok ke Jateng menempati urutan ke tujuh, dari total kunjungan turis luar negeri.

“Jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Jateng pada tahun 2019, sebanyak 691 ribu wisman. Jumlah itu naik dibanding tahun 2018 yang berjumlah 677 ribu wisatawan mancanegara. Dari angka tersebut wisman dari Cina menempati urutan ke tujuh dengan prosentase 0,52 persen atau sekitar 34 ribu sampai 35 ribu kunjungan,” ujar Sinoeng, saat konferensi pers di Gedung A Lantai 1 Kantor Gubernur Jateng.

Dijelaskan, meski kunjungan wisman Tiongkok tak besar, namun pihaknya tetap berharap kunjungan akan berangsur normal pada musim liburan tahun ini. Oleh karena itu, pada awal tahun 2020 merupakan kondisi low season (tingkat kunjungan rendah). Nantinya pada bulan Mei hingga akhir tahun, kunjungan wisman diperkirakan naik.

“Hal ini berlaku pula pada angka kunjungan turis asal Tiongkok. Diharapkan kasus pandemi nCoV dapat dirampungkan maksimal enam bulan lagi. Ini semua agar kunjungan wisman asal negeri Panda, juga bisa normal seperti biasa,”paparnya.

Data Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Jateng, jumlah kunjungan wisman ke Jateng didominasi oleh warga Perancis, Belanda, Malaysia, Thailand, Singapura, baru kemudian Cina menempati peringkat ke tujuh.

“Target kita untuk kunjungan wisman adalah 850 ribu orang. Tidak ada perubahan. Untuk menyiasatinya, kami akan melakukan promosi ke ceruk pasar pariwisata yang masih minim, seperti timur tengah, Uni Emirat Arab, Turki dan sebagainya, yang tingkat kunjungan baru 0,3 persen. Ini sekaligus sebagai tolok ukur apakah kegitan promosi kita berhasil atau tidak,” urainya.

Meski begitu, lanjutnya, destinasi wisata candi masih menjadi favorit turis yang datang ke Jawa Tengah. Tempat pertama diduduki oleh Candi Borobudur di Magelang dengan 240 ribu wisman, Candi Prambanan di perbatasan Klaten dengan 171 ribu kunjungan wisman dan Wisata Kota Lama Semarang dengan 61 ribu kunjungan wisman. (ini)


Leave a Reply

Your email address will not be published.