November 30, 2020

Kemendag Fasilitasi Kerja Sama Perusahaan Australia dengan Eksportir Indonesia

Kemendag Fasilitasi Penandatanganan Kerja Sama Perusahaan Australia dengan Eksportir Indonesia. (Foto: Niaga.asia)


Bisnispost.com, Jakarta – Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) bersama Kedutaan Besar RI Canberra, Konsulat Jenderal RI Sydney, dan Indonesian Ttrade Promotion Center (ITPC) Sydney memfasilitasi penandatanganan empat kontrak kerja sama perusahaan Australia dengan eksportir di Indonesia yang dilakukan secara virtual, hari Rabu (20/5/2020).

“Implementasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA−CEPA) adalah momentum yang ditunggu oleh pebisnis di kedua negara. Sebagai Negara bertetangga, Indonesia−Australia saling bergantung satu sama lain. Selain itu, ini adalah kesempatan Indonesia untuk melakukan penetrasi pasar ke Australia,” ujar Plt Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kasan Muhri.

Keempat kontrak kerja sama (MoU) yang ditanda tangani hari ini adalah MoU antara Livingstone International Pty Ltd dengan PT Asia Cakra Ceria senilai USD 1 juta untuk produk celemek dan variannya, ponco dan variannya, sarung tangan polietilen, serta penutup sepatu; Livingstone International Pty Ltd dengan PT Amarilys Karisma Gemilang senilai USD 340.000 untuk produk pot sampel dengan tutup berlabel yang dapat dipisahkan dan plastik daur ulang bening; Bakso Rawit Pty Ltd dengan Gula Merah Lombok (UKM) senilai AUD 54.432 untuk produk gula merah; serta Uniair Cargo Australia dengan PT Legato Global Anextama senilai AUD 24.720 untuk produk kotak karton bergelombang.

Menurut Kasan, kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan pemerintah Indonesia dalam menjawab harapan dan antusiasme kalangan dunia usaha Indonesia dan Australia menjelang implementasi IA-CEPA yang akan berlaku pada tanggal 5 Juli 2020.

Duta Besar RI untuk Australia merangkap Vanuatu, Kristiarto Legowo, menekankan pentingnya semangat solidaritas dan kebersamaan dalam menyikapi tantangan bisnis di masa pandemi COVID-19. “Pemerintah RI senantiasa hadir untuk mendukung kalangan dunia usaha dan mendorong kegiatan bisnis kedua negara secara lebih optimal, khususnya dalam rangka meningkatkan akses pasar produk-produk Indonesia ke Australia,” kata Kristiarto.

Pada kesempatan tersebut, Konjen RI New South Wales, Queensland dan South Australia, Heru Hartanto Subolo juga menyampaikan pembatasan jarak yang diterapkan oleh pemerintah Australia tidak menyurutkan langkah perwakilan RI di Australia untuk meningkatkan kesadaran kalangan bisnis Australia terhadap IA CEPA dan Indonesia.

“Penandatanganan kontrak kerja sama ini menunjukkan bahwa meski sedang dalam pandemi COVID-19 dengan penerapan kebijakan pembatasan aktifitas di kedua negara, kegiatan promosi dan fasilitasi perdagangan produk Indonesia terus dilakukan,” jelas Heru.

Plt Dirjen PEN menegaskan, jika terdapat kendala yang dihadapi kedua perusahaan dalam melakukan ekspor dan impor, Konjen RI Sydney dan ITPC Sydney akan membantu melalui berbagai pendekatan. Hal itu akan dilakukan secara virtual jika pertemuan secara langsung masih belum bisa dilakukan. (dag)