October 24, 2020

Alasan Corona, Kementerian ESDM Jadwal Ulang Lelang 10 Blok Migas Konvensional

Kementerian ESDM, juga tengah mengkaji stimulus untuk mendorong dan meningkatkan investasi hulu migas. (Foto : Instagram @petrogasgroup)


Businesstoday.id, Jakarta – Pandemi virus corona (Covid-19) membuat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjadwalkan ulang lelang penawaran 10 blok migas konvensional. Penyebaran virus asal Wuhan, Hubei, China itu, yang memaksa banyaknya pemangku kepentingan beraktivitas dari rumah (work from home), menjadi salah satu pertimbangan penundaan.

Dalam keterangannya kepada pers, yang dikutip Kamis (9/4/2020), Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi menyebut proses persiapan penawaran blok migas konvensional tahap I tahun 2020 terus dilakukan. Namun, ia menyebutkan beberapa persiapan bakal dijadwalkan ulang, sembari mematangkan kebijakan terbaik.

Menurut Agung Pribadi, yang disiapkan term and conditions menarik. Antara lain, terkait komitmen perusahaan, besaran bonus tanda tangan (signature), termasuk skema kontrak.

Kementerian ESDM, juga tengah mengkaji stimulus untuk mendorong dan meningkatkan investasi hulu migas, terutama pada masa tanggap darurat covid-19. Untuk pelaksanaan lelangnya dijadwalkan ulang, mengingat kebijakan penerapan jaga jarak fisik dan masih banyak pemangku kepentingan yang berkegiatan di rumah untuk menjaga social and physical distancing.

Alasan lainnya, penurunan harga minyak dunia menjadi pertimbangan pemerintah dalam menentukan waktu tepat untuk mengumumkan penawaran lelang. Pasalnya, bisnis migas punya risiko tinggi, sehingga perlu persiapan teknis dan finansial untuk meminimalisir risiko gagal.

Sebelumnya, Direktur Pembinaan Usaha Hulu Ditjen Migas Kementerian ESDM Mustafid Gunawan menjelaskan, masih mengkaji skema kontrak bagi hasil cost recovery dan gross profit. Untuk itu, pihaknya belum dapat memulai lelang kontrak yang awalnya ditargetkan pada kuartal I/2020. Secara teknis harus dikaji dulu untuk menentukan cost recovery atau gross split.

Seperti diketahui pemerintah berencana melelang 12 blok migas tahun ini, di antaranya 10 blok migas konvensional dan 2 blok non-konvensional. Tetapi, sejauh ini, Kementerian ESDM belum dapat memaparkan secara rinci blok-blok migas yang akan dilelang. Pasalnya, Mustafid mengungkapkan masih dievaluasi secara teknis untuk menentukan blok-blok migas yang layak ditawarkan dalam lelang, serta waktu pelaksanaannya.

Data yang ada menunjukkan tahun 2019, telah dilakukan penandatanganan 3 WK baru yaitu WK Anambas, Selat panjang, dan West Ganal. Dari situ, pemerintah mendapatkan bonus tanda tangan senilai USD37,6 juta dan komitmen kerja pasti USD268,5 juta. Juga ada penandatanganan kontrak perpanjangan/alih kelola 5 blok migas. Total komitmen kerja pasti USD855,38 juta dan bonus tanda tangan USD1,04 miliar. (emi)


Leave a Reply

Your email address will not be published.