October 25, 2020

KKP Selamatkan Pembudidaya Ikan di Tengah Corona Melalui Program Ini


Businesstoday.id, Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan kondisi ekonomi UMKM perikanan budidaya tetap stabil di tengah wabah Covid-19. Salah satu caranya yakni dengan memastikan program Gerakan Pakan Mandiri (GERPARI) yang diklaim dapat memberikan dampak positif bagi perbaikan nilai tukar usaha pembudidaya ikan, khususnya skala kecil.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, menegaskan KKP akan memastikan pembudidaya skala kecil yang jumlahnya mencapai 80% dapat tetap berusaha di tengah ketidakpastian wabah Covid-19.

“Instruksi Presiden jelas, bahwa setiap Kementerian harus melakukan refocusing program yang secara langsung menjamin daya beli masyarakat tetap terjaga. Kami terjemahkan instruksi tersebut untuk fokus mendorong program yang memberikan efek langsung bagi terciptanya efisiensi produksi. Dengan demikian, nilai tambah tetap didapat dan pada akhirnya daya beli tetap terjaga,” tegas Slamet dalam keterangan tertulis, Kamis (26/3/2020).

Ia juga menyinggung permasalahan naiknya biaya produksi di kalangan pembudidaya akibat harga pakan pabrikan yang naik. Slamet memperkirakan jika tidak ada intervensi program yang tepat, pembudidaya bisa kehilangan margin keuntungan sekitar Rp 500 hingga Rp 700 per kilogram (kg) produksi. Menurutnya, itu belum termasuk jika ada tren penurunan harga jual lokal.

“Depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar US telah memicu naiknya harga pakan pabrikan. Ini jelas akan memicu biaya produksi juga turut naik, karena 70% komposisi biaya produksi adalah berasal dari pakan. Oleh karenanya, KKP menyarankan pembudidaya skala kecil untuk menggunakan pakan mandiri,” jelasnya.

Tahun ini KKP akan terus mendorong agar pakan mandiri bisa menjangkau sentra sentra produksi budidaya skala kecil. Di sisi lain, ketersediaan bahan baku juga akan dijamin oleh KKP dengan membangun sistem logistiknya di masing-masing kawasan. Selain itu, imbuhnya, KKP akan mempercepat realisasinya, khususnya dalam mengantisipasi dampak ekonomi wabah COVID-19. (fin)


Leave a Reply

Your email address will not be published.