October 21, 2020

Koperasi Indosurya Dilaporkan Nasabahnya ke Polda Metro Jaya

Rayong Djunaedi di dampingi tim Kuasa Hukum. (Foto: Tandaseru.id)


Businesstoday.id, Jakarta – Koperasi Indosurya dilaporkan seorang nasabahnya, Rayong Djunaedi (RD) ke Polda Metro Jaya atas dugaan penipuan dan penggelapan senilai Rp1,4 miliar dengan No.LP/2229/IV/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ tanggal 9 April 2020 di Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya. 

Ihwal kasusnya terjadi pada 27 Desember 2019. RD mengaku ditawarkan produk simpanan berjangka dengan bunga 8-9 persen per tahun. “Saya ditawarkan Pak Azis selaku marketing dengan iming-iming bunga jaminan keamanan modal yang ditempatkan di koperasi,” ujar RD kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Senin (13/4/2020). 

Namun setelah perjanjian jatuh tempo pada 27 Januari 2020, lanjut RD, apa yang sudah disepakatinya dengan Indosurya dalam perjanjian malah ‘mentah’. Pihak Indosurya minta untuk diperpanjang jatuh tempo hingga 27 Februari 2020. “Saat itu dikantor Indosurya sudah ramai orang mau tarik dananya. Dan dana mereka (nasabah) semua juga tidak bisa ditarik,” sebut RD. 

Malah, katanya, nasabah diberikan surat edaran bernomor: 211/ISP-DIR/2020. “Isinya adalah pemberitahuan kepada seluruh anggota, intinya berisi permintaan agar seluruh nasabah memperpanjang waktu penempatan dana mereka dikarenakan kondisi keuangan koperasi yang disebutkan kurang membaik,” ujar RD.

Atas gelagat tidak baik itu korban selanjutnya melaporkan kasus tersebut ke Polda Metro Jaya. RD melapor didampingi kuasa hukumnya dari Master Trust Lawfirm, terdiri dari advokat Kitson Sianturi, SH, advokat Sakti Manurung, SH, advokat Alvin Lim SH, Msc, CFP, advokat Natalia, SH advokat Kitson Sianturi, SH. 

Kepada wartawan, Alvin mengatakan kliennya telah diperdaya dengan cara menyalahgunakan kepercayaannya sehingga menaruh dana sebesar Rp1,4 miliar yang ternyata bodong. “Kami berharap agar pemerintah memberikan perhatian khusus karena berkali-kali timbul kasus seperti ini dengan modus yang sama,” tegasnya. 

Alvin meminta atensi Kapolri dan Kapolda Metro Jaya untuk segera memproses kasus tersebut sehingga oknum di balik Indosurya dapat ditindak sesuai hukum. Sebab, menurutnya, ada sekitar Rp15 triliun dana yang telah dihimpun Koperasi Indosurya dari masyarakat. “Kemarin Pak Desmond DPR juga sudah bilang ‘tolomg pak polisi usut’. Jadi kita kepingin pada korban lainnya untuk berani melapor. Karena kalau semua nasabah melapor maka kepolisian juga akan lebih gencar mengusut, sehingga jangan terjadi lagi kasus seperti ini,” imbuhnya. (bre)


Leave a Reply

Your email address will not be published.