October 22, 2020

Kuartal I 2019 Raih Rp 3,58 M, tapi 2020 Laba Sampoerna Agro Turun 88,2 %

Laba Sampoerna Agro Turun 88,2 %. (Foto: Instagram @yukbelajarinves)


Bisnispost.com, Jakarta – PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) hingga kuartal I 2020  membukukan penjualan Rp 903,88 miliar sepanjang kuartal I-2020 atau naik 19,36% dibandingkan tiga bulan pertama tahun lalu yang sebesar Rp 757,25 miliar. Namun hingga kuartal I-2020 laba bersihnya anjlok 88,2 persen menjadi Rp 423 juta. dibandingkan periode yang sama tahun lalu mencapai Rp 3,58 miliar.

Laporan keungan interim tidak diaudit SGRO yang disampaikan ke BEI Rabu (6/5/2020), menyebutkan bahwa perseroan meraih penjualan sebesar Rp903,87 miliar hingga periode 31 Maret 2020 naik 19,36 persen dari penjualan kuartal I tahun sebelumnya Rp757,25 miliar.

Beban pokok penjualan kuartal I 2020 naik menjadi Rp632,07 miliar dari Rp615,46 miliar pada periode sama tahun 2019.Sehingga perseroan mampu mencatatkan laba bruto pada kuartal I ini naik menjadi Rp271,80 miliar dari Rp141,78 miliar pada sebelumnya.

Laba usaha diraih Rp88,43 miliar naik dari laba usaha tahun sebelumnya yang Rp69,06 miliar. Sedangkan laba sebelum pajak penghasilan diraih Rp26,57 miliar naik dari laba sebelum pajak Rp3,69 miliar tahun sebelumnya.Namun SGRO harus menanggung beban pajak pengjasilan yang membengkak menjadi Rp24,26 miliar padahal pada periode yang sama tahun 2019 beban itu hanya Rp386 juta.

Sehingga SGRO hanya mampu mencatatkan jumlah laba komprehensif hingga periode 31 Maeret 2020 sebesar Rp2,31 miliar turun dari jumlah laba komprehensif periode yang sama tahun sebelumnya yang Rp4,07 miliar.

Laba persaham dasar SGRO turun menjadi Rp2.568 per saham hingga akhir kuartal I 2020 jika dibandingkan dengan periode akhir 2019 yang hanya Rp3.318 per saham.

Liabilitas perseroan pada kuartal I 2020 naik menjadi Rp5,492 triliun dari akhir tahun 2019 sebesar Rp5,314 triliun,sedangkan ekuitas naik sangat tipis menjadi Rp4,155 triliun pada kuartal I dari pada akhir tahun 2019 ekuitas SGRO Rp4,152 triliun.

Sehingga akibat dari penambahan liabilitas dan ekuitas mengakibatkan Jumlah aset perseroan naik menjadi Rp9,647 triliun hingga periode 31 Maret 2020 dari jumlah aset Rp9,466 triliun pada periode 31 Desember 2019.

Yang perlu diperhatikan juga adalah kas dan setara kas akhir periode SGRO yang naik menjadi Rp343,57 miliar hingga akhir kuartal I ini, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019 yang masih berada di angka Rp179,92 miliar. (ten)