November 26, 2020

Laba Jasuindo Tiga Perkasa (JTPE) Naik 50 Persen Jadi 168 Miliar di 2019

Jasuindo Tiga Perkasa mencatatkan laba bersih sebesar Rp168,04 miliar atau naik 50 persen. (Foto: Instagram @lentera_kecilku)


Bisnispost.com, Jakarta –  Perusahaan yang bergerak di bidang industri dokumen niaga yang terintegrasi PT jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE) pada akhir tahun 2019 mencatatkan laba bersih sebesar Rp168,04 miliar atau naik 50 persen dibandingkan akhir 2018, yang mencatatkan laba tahun berjalan sebesar Rp112,25 miliar.

Data laporan keuangan tahun 2019 telah audit JTPE yang disampaikan ke BEI Kamis (28/5/2020).tercatat penjualan bersih sepanjang tahun 2019 sebesar Rp1,43 triliun atau naik 13,49 persen dibanding akhir 2018, yang tercatat sebesar Rp1,26 triliun.Sedangkan beban pokok penjualan tercatat sebesar Rp1,058 triliun atau naik 6,76 persen dibanding akhir tahun 2018, yang tercatat sebesar Rp991,87 miliar.

Laba kotor perseroan pada tahun 2019 tercatat naik 36,67persen menjadi Rp379,79 miliar dari Rp277,88 miliar pada tahun 2018, sedangkan laba usaha juga ikut naik 53,05 persen menjadi Rp256,21 miliar dari Rp167,39 miliar pada sebelumnya.

Laba per saham dasar naik menjadi Rp98,10 per 31 desember 2019 jika dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya yang hanya Rp65,53 per saham dasar.

Liabilitas JTPE susut 7,47 persen menjadi Rp406,86 miliar dari Rp439,74 miliar,Selain itu pada sisi ekuitas tercatat Rp745,8 miliar atau naik 15,14 persen dibanding akhir tahun 2019, yang tercatat sebesar Rp647,42 miliar.

Sementara itu, kewajiban perseroan tercatat sebesar Rp406,86 miliar atau mengalami penyusutan 7,51 persen dibanding akhir tahun 2018, yang tercatat sebesar Rp439,74 miliar.

Adapun aset perseroan tercatat senilai Rp1,15 triliun atau naik 5,97 persen dibanding akhir tahun 2018, yang tercatat senilai Rp1,087 triliun.

Patut diperhatikan, kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi tercatat sebesar Rp149,14 miliar atau susut 2,6 persen dibandingkan akhir 2018, yang tercatat sebesar Rp153,98 miliar. sehingga kas dan setara kas akhir tahun yang dibukukan oleh perseroan turun menjadi Rp81,59 miliar jauh lebih rendah dari tahun sebelumnya yang Rp150,73 miliar. (ten)