October 20, 2020

Laba PT Agung Podomoro Land Turun 41,29 Persen Menjadi Rp 205,78 Miliar

Beban pajak penghasilan naik jadi Rp 10,40 miliar pada pada tahun 2019. (Foto : Instagram @husin.husni)


Bisnispost.com, Jakarta – Perusahaan property PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) mencatatkan penurunan laba bersih pada tahun 2019 sebesar 41,29 persen menjadi Rp120,81 miliar dari tahun sebelumnya yang mencapai sebesar Rp205,78 miliar.

Berdasarkan laporan tahunan Agung Podomoro Land yang disampaikan ke BEI Senin (4/5/2020) disebutkan, APLN pada tahun 2019 mencatatkan pendapatan neto sebesar Rp3,792 triliun atau turun 24,68 persen jika dibandingkan dengan pendapatan pada tahun 2018 sebesar Rp5,035 triliun.

Namun perseroan juga mampu memangkas beban pokok penjualan menjadi Rp 1,831 triliun pada tahun 2019 sedangkan pada tahun sebelumnya beban penjualan sebesar Rp2,616 triliun.Beban umum dan administrasi turun menjadi Rp978,70 miliar padahal ditahun sebelumnya hanya Rp1,015 triliun.

Beban pajak penghasilan naik jadi Rp 10,40 miliar pada pada tahun 2019 jika di bandingkan dengan beban pajak tahun 2018 yang Rp3 miliar.

Laba komprehensif periode berjalan yang dapat di atribusikan kepada entitas induk pada 2019 dicatatkan rugi sebesar Rp135,79 miliar padahal tahun 2018 masih mencatatkan laba komprehensif sebesar Rp91,64 miliar.

Laba per saham dasar per 31 Desember 2019 berubah menjadi kerugian Rp0,45 dari laba Rp2,15 per saham pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Liabilitas perseroan turun menjadi Rp16,62 triliun pada 2019 jika di bandingkan dengan tahun 2018 yang Rp17,45 triliun.Senada dengan itu ekuitas perseroan juga naik tipis menjadi Rp12,83 triliun dari pada Rp12,12 triliun pada tahun sebelumnya.

Sehingga total aset APLN turun menjadi Rp29,46 triliun pada aset yang di catat per 31 desember 2020 dari pada total aset pada tahun sebelumnya Rp29,58 triliun.

Akhirnya APLN hanya mampu mencatatkan kas dan setara kas akhir tahun sebesar Rp849,71 miliar atau mengalami penambahan jika dibandingkan dengan periode yanag sama tahun sebelumnya yang Rp845,97 miliar. (mit)