October 26, 2020

Laba Surya Citra Media (SCMA) Kuartal I 2020 Rp 328,01 Miliar, Turun 5,37 Persen

Surya Citra Media catatkan penurunan laba bersih kuartal I tahun 2020 sebesar 5,37 persen menjadi Rp328,01 miliar. (Foto: Instagram @puss.wang)


Bisnispost.com, Jakarta – Perusahaan pengelola televisian SCTV yaitu PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) mencatatkan penurunan laba bersih kuartal I tahun 2020 sebesar 5,37 persen menjadi Rp328,01 miliar turun dibadingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp346,62 miliar.

Berdsarkan laporan keuangan interim perseroan yang disampaikan ke BEI Senin (4/5/2020) ,SCMA mencatatkan pendapatan neto sebesar Rp1,304 triliun atau turun sangat tipis jika dibandingkan dengan pendapatan pada periode yang sama tahun 2019 sebesar Rp1,324 triliun.

Namun perseroan juga mampu memangkas program dan siaran menjadi Rp580,89 miliar pada kuartal I ini,sedangkan pada tahun sebelumnya beban program dan siaran SCMA sebesar Rp600,52 miliar.Beban usaha naik menjadi Rp307,96 miliar padahal ditahun sebelumnya hanya Rp269,01 miliar.

Beban pajak penghasilan naik tipis jadi Rp 124,63 miliar pada kuartal I 2020 jika di bandingkan dengan beban pajak kuartal I 2019 yang Rp 123,39 miliar.

Laba komprehensif periode berjalan yang dapat di atribusikan kepada entitas induk per 31 Maret 2020 turun menjadi Rp311,52 miliar dari tahun sebelumnya Rp399,95 miliar.

Laba per saham dasar periode berjalan turn menajdi Rp21,16 dari Rp27,36 per saham pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Liabilitas perseroan naik menjadi Rp1,399 triliun pada kuartal I 2020 jika di bandingkan dengan tahun 2019 yang Rp1,228 triliun.Senada dengan itu ekuitas perseroan juga naik menjadi Rp5,788 triliun dari pada Rp5,488 triliun pada tahun sebelumnya.

Sehingga total aset SCMA naik menjadi Rp7,187 triliun pada aset yang di catat per 31 Maret 2020 dari pada aset yang tahun sebelumnya Rp6,716 triliun.

Sehingga SCMA hanya mampu mencatatkan kas dan setara kas akhir periode sebesar Rp872,85 miliar atau mengalami penurunan jika dibandingkan dengan periode yanag sama tahun sebelumnya yang Rp1,290 triliun. (mit)