October 30, 2020

Laba Trisula Textile Industries (BELL) Turun 3,36 Persen Jadi Rp 23,21 Miliar

Beban pokok penjualan naik jadi Rp509,36 miliar dari beban pokok penjualan tahun sebelumnya. (Foto : Instagram @irwin_yoshua_96)


Bisnispost.com, Jakarta – Perusahaan yang bergerak dibidang industri Tekstil dan perdagangan tekstil PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) hingga akhir tahun 2019 hanya mampu mencatatkan laba bersih sebesar Rp23,21 miliar atau turun 3,36 persen dari laba bersih tahun sebelumnya Rp24,02 miliar.

Laporan keuangan perseroan yang disampaikan ke BEI Selasa (5/5/2020) menyebutkan,penjulan neto sebesar Rp714,33 miliar hingga periode 31 Desember 2019 naik 3,30 persen dibandingkan penjualan neto Rp691,48 miliar di periode sama tahun sebelumnya.

Beban pokok penjualan naik jadi Rp509,36 miliar dari beban pokok penjualan tahun sebelumnya Rp495,49 miliar dan laba bruto naik menjadi Rp204,96 miliar dari laba bruto Rp195,99 miliar tahun sebelumnya.

Sedangkan beban usaha tercatat Rp155,92 miliar naik dari beban usaha Rp149,68 miliar dan laba usaha naik menjadi Rp49,04 miliar dibandingkan laba usaha Rp46,31 miliar tahun sebelumnya.

Namun penurunan beban lain-lain neto menjadi Rp13,72 miliar dari Rp15,48 miliar membuat laba sebelum pajak menjadi Rp35,32 miliar meningkat dibandingkan laba sebelum pajak tahun sebelumnya yang Rp30,83 miliar.

Sedangkan laba neto tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk diraih Rp21,32 miliar turun tipis dari laba neto tahun sebelumnya Rp21,44 miliar.

Liabilitas BELL pada tahun 2019 mengalami kenaikan menjadi Rp313,83 miliar dari tahun sebelumnya Rp261,71 miliar,sedangkan ekuitas turun menjadi Rp277,05 miliar dari Rp323,02 miliar pada ahun sebelumnya, sehingga Total aset perseroan mencapai Rp590,88 miliar hingga periode 31 Desember 2019 naik dibandingkan total aset Rp584,73 miliar hingga periode 31 Desember 2018.

Kas dan setara lkas pada akhir tahun turun signifikan menjadi Rp19,53 miliar pada akhir 2019 dibandingkan tahun 2018 yang masih diangka Rp45,29 miliar. (emi)