October 31, 2020

Lagu Aisyah Jadi Trending, Komentar Buya Yahya?


Halloseleb.com, Jakarta – Pekan ini lagu “Aisyah Istri Rasulullah” trending di media sosial YouTube. Bukan hanya satu video, tetapi mencapai belasan.

Video artis Syakir Daulay, misalnya, sejak dirilis pada 29 Maret 2020 lalu, hingga Ahad 5 April 2020 (saat berita ini dinaikkan), telah ditonton oleh hampir 21,5 juta kali. Sebagai “official music studio”, video Syakir menempati urutan pertama.

Lagu “Aisyah Istri Rasulullah” ditulis oleh Razif Bin Zainuddin aka Razif/Hasbi Bin Haji Muh. Ali aka Mr. Bie dari Malaysia.

Pendakwah, Yahya Zainul Ma’arif atau dikenal Buya Yahya. (Foto : Instagram @buyayahya_albahjah)

Dalam sebuah pengajian yang dirilis channel YouTube Al-Bahjah TV, KH Yahya Zainul Ma’arif, MA yang lebih akrab disapa Buya Yahya, mendapat pertanyaan dari salah seorang jamaah mengenai lagu tersebut. Hal itu terkait penyebutan nama Asiyah dan penyebutan ciri-ciri fisik istri Baginda Nabi Saw tersebut.

Merespon pertanyaan itu, Pengasuh Lembaga Pengembangan Da’wah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah Cirebon itu lalu memberikan rambu-rambu tentang kesalahan-kealahan manusia. Prinsipnya, manusia itu semua berpotensi melakukan kesalahan. Hanya apakah pelaku kesalahan itu termasuk yang bisa dinasihati atau tidak.

Lalu, manusia yang melakukan kesalahan itu, kata Buya Yahya, terbagi menjadi dua, sengaja ataukah tidak sengaja. Mereka yang melakukan kesalahan dengan kesengajaan harus dibenarkan kesadaran dan hatinya kenapa ia melakukan kesalahan itu. Sementara bagi yang tidak sengaja, tinggal ditegur lalu dibenahi.

Terkait dengan syair lagu “Aisyah Istri Rasulullah”, Buya Yahya mengaku masih berhusnuzhan terhadap penulis liriknya. Bahwa syair lagu itu dibuat dengan niat baik untuk meninggikan Ummul Mukminin Aisyah ra. Sebab di wilayah dan kelompok tertentu, masih ada yang merendahkan beliau.

“Insyaallah, ini husnuzan, yang nyusun syair itu saya tidak kenal, insyaallah niatnya baik untuk mengangkat tentang Siti Aisyah agar orang menyuritauladani Siti Aisyah, dari sisi ini niatnya baik,” ungkap ulama alumni Universitas al-Ahgaff, Hadhramaut, Yaman itu.

Namun, lanjut Buya Yahya, bersamaan dengan kabaikan itu bila diringi juga dengan kesalahan, maka kesalahannya itu bisa ditegur.

Buya Yahya mengatakan, kekurangan itu wajar yang penting sadar jika salah dibenahi.

“Kita husnuzan yang buat syair dapat pahala besar dari Allah, karena niatnya baik. Adapun ada kurangnya dalam syairnya, itu sifat manusiawi. Ada kekurangannya, tinggal yuk kita sempurnakan, nggak perlu menghujat,” kata Buya Yahya. (sua)