Lewat UBS dan CLSA, Bank Permata (BNLI) Resmi Dimiliki Bangkok Bank

Bangkok Bank Public (Bank Bangkok) resmi memegang 89,12 persen saham PT Bank Permata. (Foto: Instagram @bangkokbanksme)


Bisnispost.com, Jakarta – Bangkok Bank Public (Bank Bangkok) resmi memegang 89,12 persen saham PT Bank Permata Tbk (BNLI). Transaksi akuisisi saham terjadi pada Rabu (20/5/2020) sebelum pasar saham tutup libur panjang Lebaran. Terjadi transaksi dengan total nilai Rp 33,3triliun saham BNLI di pasar non reguler pada hari ini.

Berdasarkan data perdagaangan saham BEI, transaksi ini melibatkan 24,7,1 miliar saham BNLI. Volume transaksi ini setara dengan 88,09 persen dari modal disetor Bank Permata.

Dua kali transaksi besar saham BNLI terjadi di pasar negosiasi pada pukul 9.32 WIB. Dua kali transaksi ini menggunakan harga yang sama, yakni Rp 1.347 per saham. Broker pembeli pada kedua transaksi adalah Mandiri Sekuritas.

Transaksi pertama melibatkan 12,49 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 16,8 triliun. Broker penjual pada transaksi ini adalah UBS Sekuritas Indonesia.

Sedangkan transaksi kedua melibatkan 12,21 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 16,5 triliun. Broker penjual pada transaksi ini adalah CLSA Sekuritas Indonesia. Para pihak penjual dan pembeli saham Bank Permata ini adalah investor asing sehingga tidak tercatat net buy atau net sell investor asing yang besar.

Berdasarkan kepemilikan saham BNLI per April 2020, PT Astra International Tbk (ASII) dan Standard Chartered Bank sama-sama memiliki 12,49 miliar saham atau setara 44,56 persen saham BNLI. Kedua pemilik ini akan menjual saham ke Bangkok Bank.

Rincinya, transaksi itu terjadi dua kali pada level Rp1.347 per saham atau naik 77 poin atau 6,06 persen. (ten)


WhatsApp chat