Mandala Miltifinance Hentikan Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan III, Alasannya?

by -95 views
Mandala Miltifinance menghentikan penawaran umum berkelanjutan obligasi. (Foto: Instagram @sayaajiko)

Bisnispost.com, Jakarta – PT Mandala Miltifinance Tbk(MFIN) telah menghentikan penawaran umum berkelanjutan obligasi berkelanjutan III Mandala Multifinance pada 8 Mei 2020.

Harrijanto Lasmana Direktur Utama MFIN menjelaskan, perseroan telah melakukan penghentian ats penawaran obligasi berkelanjutan yang telah diterbitkan oleh MFIN,sesuai peraturan OJK No.36/POJK.04/2014 tanggal 8 Desember 2014 tentang penawaran umum berkelanjutan efek yang bersifat utang dan/atau sukuk dan sehubungan dengan penawaran umum berkelanjutan obligasi bekelanjutan III Mandala mUltifinance yang telah efektif padatanggal 28 Juni 2018 dengan target dana yang dihimpun sebesar Rp1,200 triliun.

Adapun selama periode obligasi berkelanjutan III itu telah diterbitkan dana yang dapat dihimpun tidak memenuhi target.

1- Obligasi berkelanjutan III tahap I Tahun 2018 Rp450 miliar
2- Obligasi berkelanjutan III tahap II Tahun 2019 Rp321 miliar
3- Obligasi berkelanjutan III tahap III Tahun 2019 Rp171 miliar
4- Obligasi berkelanjutan III tahap IV Tahun 2019 Rp135 miliar
5- Obligasi berkelanjutan III tahap V tahun 2019 Rp100 miliar

Sehingga total nilai Realisasi Obligasi Berkelanjutan III hanya Rp 1,177 triliun, atau tidak mencapai target, dengan jumlah sisa target dana yang dihimpun adalah sebesar Rp 23 miliar.

” Alasan tidak tercapainya target yang akan dihimpun disebabkan oleh hal yang tidak bisa dikendalikan antara lain kondisi pasar yang tidak mendukung,” tulis Harijanto dalam keterbukaan informasi BEI Jumat (8/5/2020)

Adapaun jangka waktu obligasi berkelnajutan III itu adalah sampai dengan tanggal 28 Juni 2020, dan Direksi PT Mandala miltifinance(MFIN) telah memutuskan untuk menghenmtikan obligasi yang diterbitkan tersebut dengan alasan pertimbvangan ekonomis atas biaya yang diperlukan untuk melanjutkan obligasi itu dengan merujuk pada nilai dari obligasi yang tersisa, tutup Harrijanto. (ten)

No More Posts Available.

No more pages to load.