November 27, 2020

Mantap, BPTJ Segera Perkenalkan Aplikasi Pintar Pelacak Covid-19

Kepala BPTJ, Polana B. Pramesti, (Foto : Instagram @kemenhub151)


Bisnispost.com, Jakarta – Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkenalkan aplikasi L-Cov (Lacak Covid) bagi pengguna transportasi di Jabodetabek dalam hal ini masyarakat umum maupun operator transportasi, soft launching akan di lakukan besok, Rabu 10 Juni 2020 pukul 14.00 WIB s.d. selesai secara virtual.

Aplikasi L-Cov ini dirancang oleh BPTJ dengan dukungan Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan juga Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta dengan tujuan agar pengguna transportasi dapat memeroleh informasi tentang potensi penularan Covid-19 di sekitar lingkungan mereka.

Kepala BPTJ, Polana B. Pramesti menyebutkan, aplikasi L-CoV diharapkan dapat membantu khususnya masyarakat untuk melakukan pencegahan dini terhadap potensi penyebaran virus Covid-19 sebelum dan ketika bermobilitas, baik menggunakan angkutan umum massal maupun kendaraan pribadi.

“Sampai saat ini belum ditemukan vaksin untuk penyakit ini, oleh karenanya pencegahan dini khususnya ketika sedang bermobilitas menjadi penting,” ujar Polana, Selasa (9/6/2020).

Menurut Polana, salah satu keunggulan dari aplikasi ini ialah pengguna dapat memantau potensi penularan Covid-19 secara mobile khususnya di sepanjang rute jalan yang akan dilalui. “Melalui fitur Pantau Jalan, pengguna dapat mengetahui potensi penyebaran Covid-19 secara realtime yang terdapat di sepanjang rute yang akan dilalui,” jelasnya.

Selain rute, pengguna aplikasi L-COV juga akan mendapat informasi tentang peta pesebaran pasien Covid-19 baik yang positif maupun suspect. “Kita bekerja sama dengan Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, serta Pemerintah Daerah dalam mengetahui data baik jumlah pasien positif, PDP, dan ODP di sekitar pengguna aplikasi L-COV,” katanya.

Lebih lanjut, Polana menyampaikan bahwa pengguna aplikasi ini dapat mengetahui informasi yang menampilkan resiko Covid dan jumlah pasien positif/suspect pada suatu wilayah melalui dashboard yang terdapat pada halaman depan. Dengan catatan selain GPS aktif, pengguna juga berada di wilayah yang sudah tersedia datanya. (inf)