September 21, 2020

Marves Dorong Percepatan Prov Maluku Jadi Lumbung Ikan Nasional

Kemenko Marves mendorong percepatan implementasi program Lumbung Ikan Nasional Maluku. (Foto : pixabay.com)


Bisnispost.com, Ambon – Dalam rangka mendorong percepatan implementasi program Lumbung Ikan Nasional (LIN), Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) melakukan Kunjungan Kerja serta mengadakan Rapat Koordinasi dengan K/L terkait ke Provinsi Maluku.

“Lumbung Ikan Nasional (LIN) bukan berarti Maluku tidak kekurangan ikan, bukan. Yang kita butuhkan adalah suatu pelabuhan yang terintegrasi, yang merupakan suatu kawasan dimana perikanan tangkap, perikanan budidaya dan perikanan industri masuk semua disana,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya dan Maritim Safri Burhanuddin saat memberikan sambutan di Provinsi Maluku, pada Selasa (11/8/2020).

Lebih lanjut, Deputi Safri menambahkan bahwa terdapat kendala pertama dan yang utama yaitu mengenai permasalahan aksesibilitas, khususnya bagaimana terkait dengan transport rate cost. Kendala yang kedua yaitu kualitas ikan pun semakin berkurang akibat jarak tempuh yang menghabiskan waktu lebih lama.

“Kita lihat cara tangkapnya dan lemparnya, itu membuat struktur ikannya itu tidak menjadi hal yang istimewa. Padahal jika kita lihat penangkapan ikan tuna bagaimana yang dikelola di Amerika, itu betul-betul istimewa. Ikan tuna itu diurus seperti halnya mengurus anak bayi. Jenis ikannya sama yaitu Ikan Tuna, tapi treatment yang diberikan berbeda,” tambahnya.

Oleh karena itu, menurut Deputi Safri penting sekali adanya Standar Operasional (SOP) yang diterbitkan dan diimplementasikan secara disiplin di Pelabuhan-pelabuhan Indonesia.

“Penting juga mempraktikkan cara penangkapan ikan dengan baik. Para nelayan sebagian sudah memiliki sertifikat Cara Penanganan Ikan yang Baik (CPIB), sehingga tugas kita untuk melakukan monitoring terkait implementasinya di lapangan” tegas Deputi Safri.

Sehingga, tambah Deputi Safri bahwa boleh saja hasil tangkapan yang ada lebih rendah daripada tahun lalu, namun yang lebih penting adalah nilai yang didapatkan lebih besar dari tahun tersebut. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencapai target yang diinginkan tersebut adalah adanya proses sertifikasi.

“LIN hanya akan berperan maksimum jikalau kualitasnya ditingkatkan. What’s the next, setelah lumbung ikan? Karena ini yang paling penting, ada tidak kebijakan Pemerintah Provinsi Maluku terhadap ini,” tambahnya lagi.

Deputi Safri juga menceritakan tujuan kunjungan yang ia hadiri tersebut. “Kami datang kesini bagaimana untuk memperkuat Provinsi Maluku sebagai LIN. Tapi sebelumnya tentu ada tahap-tahap yang dipersiapkan. Maluku merupakan suatu daerah yang secara alami memiliki potensi perikanan dan pariwisata. Jelas harus ada tata ruang dan masterplan nya, jadi Pemprov Maluku harus tegas mau kemana,” jelas Deputi Safri. (mar)